Hangout di Kotukop Kota Tua Ampenan

  • 13 Jan 2024 13:17 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kota Tua Ampenan menjadi tempat favorit warga menikmati suasana santai dan aneka makanan serta minuman. Salah satu minuman favorit itu ada di Kotukop, kedai kopi di Kota Tua Ampenan.

Ampenan semakin hari semakin padat dengan pengunjung yang datang dari berbagai tempat. Untuk sekadar menikmati pagi, siang atau malam. Kota Tua Ampenan ramai umumnya ramai dikunjungi warga hari Sabtu dan Minggu. Namun antusiasme pengunjung juga tinggi di hari biasa. Begitulah pengamatan Radio Republik Indonesia (RRI) Mataram dari kedai kopi Kotukop di Jalan Pabean, Sabtu (13/1/2024).

Kotukop adalah kedai kopi bernuansa bangunan sejarah yang baru dibuka kembali. Buka sedari pagi, kedai ini ramai dikunjungi sore hari. Sore karena selaras dengan tren yang sedang berkembang di kalangan pekerja kantoran. Yakni bekerja ditemani secangkir kopi kurang lengkap tanpa secangkir kopi. Kira-kira begitu anggapan sebagian pekerja.

Di Kutokop, penikmat espresso layak mencoba biji kopi seduhan filter. Espresso disangrai di level light atau light ke medium. Espresso dikenal memiliki beragam rasa yang kaya dan aroma. Harum itu bisa didapat dan dirasakan dengan seduhan espresso. Kopi rasa espresso sangat disukai mahasiswa karena kopi ini dipercaya bisa membuat melek semalaman.

Edi, barista di Kotukop menjelaskan, cukup banyak juga pelanggan yang tertarik dengan cappucino atau minuman berasakan espresso. Cappucino dibuat dari susu, buih susu, dan espresso. Rasa kopi dalam cappucino sangat dominan. Untuk menyeduh cappuccino memerlukan waktu 10-15 menit menggunakan mesin roaster, dan gelas racik.

Melihat cara berkerja barista di Kutokop, kedai kopi ini cocok untuk penikmat kopi yang ingin bersantai bersama kolega. Di sini, situasi Kota Tua Ampenan dapat ditelusuri lewat foto-foto kolonialisme yang terpanjang di dinding kedai. Berikut suasana Kutokop sendiri yang menggunakan bangunan sejarah serta lampu hias.

“Di dalam kedai pengunjung bisa menyeruput kopi ditemani udara yang sejuk,” kata Ahmad Mustajir, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tengah menyelesaikan skiripsi di Semester VIII.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....