IHSG Berbalik Melemah ke Level 7.106 pada Penutupan Perdagangan Hari Ini

  • 27 Apr 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sempat berada di zona hijau hingga jeda siang, IHSG terkoreksi 0,32 persen pada penutupan perdagangan hari ini.
  • IHSG dinilai berada pada fase krusial dengan menguji area support kuat pada kisaran 7.100-7.125 pekan ini.
  • 408 saham menguat, 264 saham terkoreksi, dan 147 saham stagnan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,32 persen ke level 7.106,52 hari ini, Senin, 27 April 2026 pukul 16.00 WIB. Hingga penutupan sesi I, IHSG masih tercatat hijau di level 7.175,62, atau naik sebesar 46,13 poin (0,65 persen).

Pergerakan IHSG sepanjang sesi I dipengaruhi sentimen global dan regional yang cenderung positif. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.230,03. Sebelum akhirnya tergelincir pada penutupan pasar sore ini.

Berdasarkan pantauan data RTI, sebanyak 408 saham menguat, 264 saham terkoreksi, dan 147 saham stagnan. Meskipun mayoritas saham menguat, tekanan pada saham kapitalisasi besar menyeret indeks ke zona merah.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing sebagian besar saham perbankan. Yakni BBCA, BMRI, TLKM dan ENRG

Sektor bahan baku memimpin kenaikan 2,37 persen disusul sektor siklikal 1,43 persen. Bidang teknologi dan infrastruktur masing-masing menguat 1,00 persen serta 0,96 persen.

Sektor non-siklikal, properti, dan keuangan turut meningkat di atas 0,50 persen. Sementara itu, sektor transportasi, energi, dan industri juga mengalami penguatan tipis.

Hanya sektor kesehatan yang melemah 0,01 persen. Hal ini diakibatkan koreksi saham Medikaloka Hermina.

Memasuki pekan ini, IHSG dinilai berada pada fase krusial dengan menguji area support kuat pada kisaran 7.100-7.125. Jika level tersebut tidak bertahan, indeks berpotensi turun ke area 6.950 hingga 7.000.

“Namun secara teknikal, peluang rebound tetap terbuka setelah penurunan tajam dalam waktu singkat,” ujar Founder Republik Investor, Hendra Wardana, 27 April 2026. Menurut dia, penguatan yang terjadi diperkirakan masih bersifat terbatas atau technical rebound.

IHSG diproyeksi bergerak pada rentang resistance awal 7.150 hingga 7.200. Pergerakan pasar juga masih berada dalam fase volatile downtrend dengan peluang swing jangka pendek.

“Dalam kondisi tersebut, investor disarankan lebih defensif dan selektif,” kata Hendra. Menurut dia, investor jangka pendek dapat memanfaatkan momentum oversold untuk trading cepat dengan disiplin cut loss.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....