IHSG Naik di Level 7175,62 saat Jeda Siang Perdagangan

  • 27 Apr 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi menguat saat jeda siang perdagangan, Senin, 27 April 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 7.175,62, atau naik sebesar 46,13 poin (0,65 persen).

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi menguat saat jeda siang perdagangan, Senin, 27 April 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 7.175,62, atau naik sebesar 46,13 poin (0,65 persen).

Pergerakan IHSG sepanjang sesi I dipengaruhi sentimen global dan regional yang cenderung positif. Pelaku pasar merespons data ekonomi yang kuat dari kawasan Asia, khususnya Tiongkok.

Tim analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan didorong kinerja industri Tiongkok yang tumbuh solid. Selain itu, perbaikan harga produsen turut memberi sentimen positif bagi pasar.

“Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG mengalami penguatan sebesar 46,13 poin atau 0,65 persen ke level 7.175. Bursa regional Asia juga didominasi penguatan yang didukung data ekonomi kuat,” kataTim Pilarmas dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 April 2026.

Menurutnya, penguatan IHSG juga didorong aksi beli investor saat harga melemah. Strategi ini muncul setelah tekanan pasar pada pekan sebelumnya.

“Di dalam negeri, IHSG menguat seiring aksi buy on weakness investor. Selain itu, FDI Indonesia tumbuh 8,5 persen menjadi Rp250 triliun pada kuartal I 2026,” katanya.

Dari sisi domestik, peningkatan investasi asing turut memperkuat sentimen pasar. Arus modal masuk dinilai memberi dukungan terhadap pergerakan indeks.

Selain itu, pergerakan harga komoditas juga memengaruhi pasar saham global. Kenaikan harga minyak dipicu ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan.

Analis menilai, dinamika global dan domestik masih akan memengaruhi IHSG pada sesi II. Pergerakan indeks diperkirakan tetap fluktuatif seiring perkembangan sentimen pasar.

Investor pun disarankan tetap selektif dalam memilih saham. Kehati-hatian diperlukan untuk mengantisipasi volatilitas yang masih tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....