Rupiah Lanjutkan Penguatan hingga Penutupan Perdagangan Jadi Rp17.211 per Dolar
- 27 Apr 2026 16:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan rupiah naik 0,10 persen atau 18 poin menjadi Rp17.211 per dolar AS
- Lembaga pemeringkat Moody's telah mengumumkan rating Indonesia dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak investasi). Tetapi outlook nya disesuaikan dari stabil menjadi negatif
- Sementara itu dari sisi ekternal, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran. Meski ada kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan minyak lagi
RRI.CO.ID, Jakarta - Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan rupiah naik 0,10 persen atau 18 poin menjadi Rp17.211 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi menyebut sejumlah faktor yang mempengaruhi sentimen pasar valas hari ini. Diantaranya pengumuman lembaga lembaga pemeringkat internasional, Moody's.
"Lembaga pemeringkat Moody's telah mengumumkan rating untuk beberapa negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, Moody's mengumumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI sejak Februari 2026," kata Ibrahim, Senin 27 April 2026.
Hasilnya, peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak investasi). Tetapi outlook nya disesuaikan dari stabil menjadi negatif.
Pemerintah Indonesia mengapresiasi asesmen Moody's dan menyatakan akan terus melakukan transformasi ekonomi. Selain menghidupkan kembali seluruh mesin pertumbuhan ekonomi.
"Berbagai upaya debottlenecking yang menghambat aktivitas usaha terus dilakukan. Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas harga, nilai tukar dan stabilitas pasar keuangan," ujar Ibrahim.
Sementara itu dari sisi eksternal, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran. Meski ada kekhawatiran akan adanya gangguan pasokan minyak lagi.
Trump mengklaim bahwa Iran berencana mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS. Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang.
"Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan untuk menunda negosiasi nuklir demi fokus pada penyelesaian konflik," kata Ibrahim mengutip laporan Axios dari sumber pejabat AS.
"Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer Selat Hormuz setelah Iran merilis video pasukan militernya yang menangkap dua kapal kargo," ucap Ibrahim. Dalam 24 jam terakhir, hanya lima kapal, kapal tanker produk minyak Iran, yang bisa melewati Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....