IHSG Dibuka Turun Tajam, Tinggalkan Level 8.000
- 04 Mar 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka di zona merah pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. IHSG terpantau di level 7.896 atau turun sekitar 1,60 persen.
Pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, kemarin, IHSG ditutup turun 0,96 persen ke level 7.939,77. Penutupan disertai disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing Rp1,17 triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, BBRI, AADI, MDKA dan INCO. "IHSG masih potensi melemah kembali hari ini, dengan menguji level support 7.900," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu 4 Maret 2026.
Fanny mengingatkan pelaku pasar untuk waspada, jika IHSG tembus level 7.900. "Karena ada potensi koreksi hingga 7.450," ujar Fanny.
Sementara itu, burs saham di kawasan Asia juga dibuka melemah hari ini. "Pelemahan terjadi mengikuti pergerakan indeks saham utama di Wall Street semalam yang tertekan," kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia.
Bursa saham di Amerika Serikat itu tertekan karena kekhawatiran melebarnya perang antara AS dan Iran. "Investor mempertimbangkan bagaimana kenaikan harga minyak mentah berpotensi mempengaruhi perekonomian AS dan keputusan kebijakan moneter di masa mendatang," ujat Tim Phillip.
Di sisi lain, Presiden Trump mengatakan bahwa AS akan memberikan perlindungan keamanan dan jaminan asuransi. Khususnya kepada kapal tanker minyak dan kapal lain yang akan melintasi Selat Hormuz, titik penting aliran energi global.
Lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz terhenti total karena perusahaan perkapalan mengambil tindakan pencegahan. Mereka khawatir akan menjadi sasaran serangan balasan dari Iran.
"Sekitar 20 persen konsumsi minyak mentah global diekspor melalui Selat Hormuz. Terutama ke pelanggan di Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan," kata Tim Phillip Sekuritas Indonesia.