IHSG Diperkirakan 'Rebound' Dipengaruhi Sentimen Suku Bunga
- 12 Des 2025 08:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan kembali menguat hari ini. Setelah dalam perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup turun 0,9 persen ke level 8.620.
Penuruan tersebut disertai net sell (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp58 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, ANTM, EMTK, dan AMRT.
"IHSG berpotensi 'rebound' hari ini dengan level support di rentang 8.570-8.600. Sedangkan level resistansi di rentang 8.650-8.700," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (12/12/2025).
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah karena Aksi Ambil Untung Investor
Menurut Fanny bursa saham masih dipengaruhi oleh sentimen pemangkasan suku bunga oleh the Fed dengan respons beragam. Indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat menguat, namun bursa saham di kawasan Asia mayoritas melemah.
Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di AS mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis kemarin. Penguatan seiring investor mengalihkan dana dananya dari saham teknologi berbasis kecerdasan buatan ke sektor yang lebih diuntungkan oleh penguatan ekonomi AS.
Baca Juga: Suku Bunga Fed Turun, Penguatan Rupiah Berlanjut
Dow Jones melesat 1,34 persen, S&P 500 naik 0,21 persen. Sedangkan, Nasdaq Composite terkoreksi 0,25 persen, tertekan aksi jual di saham-saham teknologi.
"Pergerakan saham tersebut terjadi setelah The Fed memangkas suku bunga. Serta laporan keuangan Oracle menyebabkan sentimen negatif di sektor teknologi," ujar Fanny.
Ketua the Fed, Jerome Powell mengisyaratkan telah melakukan cukup banyak kebijakan untuk menstabilkan ancaman terhadap lapangan kerja. Di tahun 2026, para pejabat the Fed mempertahankan prospek satu kali pemangkasan suku bunga.
Di Asia mayoritas bursa saham melemah setelah the Fed memangkas suku bunga. Pelaku pasar di Asia lebih mengamati lelang obligasi pemerintah Jepang dan keputusan suku bunga di Filipina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....