IHSG Ditutup Melemah karena Aksi Ambil Untung Investor
- 11 Des 2025 21:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada Kamis (11/12/2025) di zona merah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun cukup signifikan 0,92 persen atau 80 poin ke level 8.620.
Pada saat pembukaan perdagangan IHSG berada di zona hijau. Jelang jeda siang hingga akhir sesi kedua perdagangan, IHSG terus menurun ke zona merah dengan level terendah 8.560.
“Pelemahan IHSG antara lain disebabkan oleh sell on news setelah the Fed menurunkan suku bunga seperti perkiraan,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis. Para investor menjual saham setelah kabar baik dirilis, karena harga telah menguat lebih awal sebelum kemunculan sentimen positif.
Baca Juga:
Suku Bunga Fed Turun, Penguatan Rupiah Berlanjut
Kemenko Perekonomian Bantah Kesepakatan Tarif dengan AS Gagal
Perkiraan bahwa The Fed berpotensi menurunkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun 2026 juga mengecewakan harapan pasar. Pelaku pasar sebelumnya berharap penurunan suku bunga 2-3 kali di tahun depan.
“Memasuki periode penawaran umum perdana (IPO) saham SUPA, disinyalir juga mendorong terjadinya profit taking. Karena investor membutuhkan likuiditas untuk ikut serta dalam IPO tersebut,” ucap Tim Phintraco.
IPO SUPA (PT Super Bank Indonesia) diminati banyak investor karena valuasi rendah dan prospek pertumbuhan yang besar. Bank digital tersebut berada di bawah kelompok Grab dan Emtek Group.
Hari ini sebanyak 524 saham mengalami penurunan harga, 221 saham stagnan, dan hanya 212 saham naik. Saham sektor barang primer, kesehatan, dan teknologi turun paling dalam dan menjadi penekan IHSG.
Volume saham yang diperdagangkan 68,75 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,58 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp34,27 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp15.826 triliun.
“Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati pergerakan rupiah. Apakah akan membuat Bank Indonesia menurunkan suku bunga (BI Rate) pada pertemuan bulan ini,” ujar Tim Phintraco.
Sementara itu, bursa saham di Asia mayoritas melemah. Bentrokan di perbatasan Thailand dan Kamboja memberikan sentimen negatif pada pasar karena meningkatkan risiko geopolitik di kawasan ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....