Rupiah Kembali Menguat Jelang Akhir Pekan

  • 14 Nov 2025 16:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setelah hampir sepekan melemah, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat dalam penutupan perdagangan hari ini. Data Bloomberg menunjukkan, rupiah naik 0,13 persen atau 21 poin menjadi Rp16.707 per dolar AS.

"Suasana pasar secara umum konstruktif setelah kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintah Amerika Serikat. Kondisi ini meredam kenaikan harga emas lebih lanjut," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mencermati penguatan rupiah, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: Rupiah Diperkirakan Terus Melemah terhadap Dolar AS

Namun Presiden Fed Boston, Susan Collins, menepis ekspektasi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Ia mengatakan, terdapat "standar yang relatif tinggi untuk pelonggaran tambahan dalam waktu dekat".

Collins juga menyinggung soal inflasi, yang menurutnya "sangat bijaksana untuk memastikan inflasi berada di jalur yang tepat. Yakni laki inflasi menuju 2 persen sebelum melakukan kebijakan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Baca juga: Analis Perkirakan IHSG akan Stagnan Hari Ini

Karena komentar Collins, para pedagang mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga. Menurut CME FedWatch Tool, pasar sekarang memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga bulan Desember sebesar 53 persen, turun dari 63 persen.

Di dalam negeri, pelaku pasar melihat pemerintahan Prabowo Subianto menjadikan disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai fondasi utama penguatan ekonomi. Arah kebijakan ekonomi Prabowo dinilai telah membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di Asia.

"Doktrin stabilitas makroekonomi Prabowo mengkombinasikan kehati-hatian fiskal, pengendalian inflasi, serta ekspansi industri jangka panjang. Doktrin ini telah mendorong proyeksi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5-5,8 persen di tahun ini," kata Ibrahim menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....