Analis Perkirakan IHSG akan Stagnan Hari Ini
- 14 Nov 2025 08:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini Jum'at (14/11/2025) diperkirakan landai. Setelah pada Kamis kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,20 persen ke level 8.372.
Penurunan IHSG disertai dengan jual bersih (net sell) saham oleh investor asing sebesar Rp77 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, PGAS, ADRO, ICBP, dan FILM.
"IHSG berpotensi sideways (stagnan) hari ini, dengan level support diperkirakan bergerak di rentang 8.320-8.350. Sedangkan level resistansi di rentang 8.400-8.450," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Jumat (14/11/2025).
Baca Juga:
IHSG Berbalik Turun dalam Penutupan Perdagangan Hari Ini
Rupiah Makin Loyo Jelang Berakhirnya "Shutdown" di AS
Sementara itu indeks bursa saham global ditutup bervariasi pada Kamis kemarin. Indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat ditutup melemah dan sudah mencatat kinerja terburuk lebih dari sebulan.
Tekanan jual di sektor teknologi semakin signifikan, sementara investor makin pesimis terhadap prospek penurunan suku bunga The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,65 persen, S&P 500 turun 1,66 persen, Nasdaq Composite merosot 2,29 persen.
"Di pasar saham AS, terjadi penjualan besar-besaran pada saham-saham teknologi. Terutama yang terkait dengan tren kecerdasan buatan (AI), di tengah kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi," ujar Fanny.
Di sisi lain, penutupan pemerintahan yang berlangsung lebih dari enam minggu itu resmi berakhir pada Rabu malam. Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang pendanaan sementara yang telah disetujui DPR dan Senat.
"Kesepakatan tersebut akan mendanai operasional pemerintah hingga akhir Januari 2026," ucap Fanny. Pembukaan kembali pemerintahan AS membuka peluang rilis data ekonomi AS yang tertunda karena 'shutdown' kemarin.
Hal tersebut berpengaruh ke bursa saham di kawasan Asia, yang ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin. Pelaku pasar mencermati data ekonomi AS yang masih terbatas dan bersikap hati-hati," ucap Fanny.
Karena data yang masih tersebut berpotensi mengaburkan prospek kebijakan The Fed. Pada saat yang sama, musim laporan keuangan di AS juga hampir berakhir.
Fokus investor juga tertuju pada yen yang melemah setelah peringatan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama. Mata uang yen bertahan sekitar 155 per dolar, mendekati level di mana otoritas terakhir kali melakukan intervensi pasar.
Selain itu, tidak adanya indikator kunci seperti angka pengangguran dan inflasi Oktober. Ketiadaan indikator penting ini menimbulkan ketidakpastian seputar kebijakan moneter.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,43 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,56 persen.Taiex Taiwan turun 0,16 persen, CSI 300 China melesat 1,21 persen, Kospi Korea Selatan naik 0,49 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....