Rupiah Diperkirakan Terus Melemah terhadap Dolar AS

  • 14 Nov 2025 09:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan melemah terhadap dolar AS hari ini. Pada Kamis kemarin, rupiah ditutup turun 0,07 persen atau 11 poin menjadi Rp16.728 per dolar AS.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS. Pergerakan rupiah hari ini di rentang Rp16.650-Rp16.800 per dolar AS," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga: Rupiah Makin Loyo Jelang Berakhirnya "Shutdown" di AS

Menurutnya, dolar AS menguat di tengah sentimen risk off oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat the Fed. Pelaku pasar menghindari risiko karena pernyataan sejumlah pejabat the Fed yang memberi sinyal pengetatan moneter.

Baca Juga: IHSG Berbalik Turun dalam Penutupan Perdagangan Hari Ini

Beberapa pejabat bank sentral AS tersebut menurunkan prospek pemangkasan suku bunga the Fed di akhir tahun. Sehingga mendorong penguatan dolar AS yang berdampak pada mata uang lainnya.

Namun, Ekonom Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto memperkirakan rupiah berpeluang kembali menguat. Menurutnya, dolar AS kemungkinan akan melemah setelah AS mengakhiri 'shutdown' pemerintahannya yang merupakan terlama sepanjang sejarah.

'Shutdown' selama 43 hari tersebut berdampak pada berbagai layanan publik seperti bantuan makanan kepada masyarakat miskin. Terhentinya layanan lalu lintas udara dan pembayaran kepada satu juta lebih pekerja.

"Pasar akan menunggu rilis dari data ekonomi yang sempat terhenti akibat 'government shutdown'. Berbagai data tersebut akan menjadi acuan arah suku bunga karena menjadi dasar penentuan kebijakan moneter," kata Rully.

Dia memperkirakan penurunan suku bunga the Fed pada tanggal 10 Desember 2025 masih terbuka. Sementara itu, probabilitas untuk penurunan suku bunga pada tanggal 28 Januari 2026 masih rendah.

"Kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Januari tahun depan di bawah 30 persen. Namun, hal ini dapat berbalik apabila data ekonomi AS menunjukkan perkembangan yang terus memburuk," ujar Rully menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....