Pasar Bergerak Positif, IHSG Ditutup Naik ke 7.801

  • 02 Sep 2025 20:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Sentimen positif pasar membuat perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali naik ke zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,85 persen atau 65 poin ke level 7.801,59.

“IHSG menghentikan tren penurunan dua hari beruntun, didorong oleh data ekonomi yang positif. Pernyataan Presiden Prabowo yang disampaikan hari Senin kemarin, juga mendorong penguatan IHSG,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam analisisnya, Selasa (2/9/2025).

Presiden Prabowo usai melakukan dengan tokoh-tokoh parpol mengumumkan kesepakatan parpol. Yakni memotong tunjangan anggota dewan dan segera membahas RUU Perampasan Aset.

Baca Juga:

Hari Ini, IHSG Kembali Naik ke Zona Hijau

Meski Naik Tipis, Rupiah Diperkirakan Terus Berfluktuasi

Hari ini, sebanyak 599 saham harganya naik, 224 saham stagnan dan 133 saham harganya turun. Saham sektor bahan baku naik paling kuat sebesar 4,03 persen.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga naik. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya ANTM, BRPT, MEDC, JPFA, UNTR.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 35,71 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,98 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp16,37 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp14.131 triliun.

Sementara itu, indeks bursa saham Asia bervariasi hingga penutupan perdagangan. Pelaku pasar sedang menunggu laporan ketenagakerjaan. Tim Pilarmas memprediksi data ketenagakerjaan bulan Agustus turun karena kekhawatiran akan agresifnya kebijakan perdagangan AS.

Di Tiongkok, para pemimpin Tiongkok, Rusia, India, dan tujuh negara lainnya bertemu di Tianjin. Pertemuan itu dalam rangka KTT tahunan Shanghai Cooperation Organization (SCO).

Dalam acara tersebut, Presiden Xi Jinping meluncurkan rencana pembentukan bank pembangunan SCO. Sebuah platform kerja sama untuk industri hijau dan energi.

“Presiden Xi juga menjanjikan pinjaman senilai USD 1,4 miliar dalam tiga tahun ke depan,” ucap Tim Pilarmas. Inisiatif itu mendapat dukungan dari Presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Presiden Xi dapat mengambil peran utama dalam upaya membentuk sistem tata kelola global yang lebih adil. Dan setara di dunia,” kata Tim Pilarmas menirukan pernyataan Putin.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....