Analisis Akhir Pekan: Perdagangan Saham Lesu dan Masih Terjadi Aksi Jual Saham

  • 20 Sep 2026 17:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.441, turun 1,53 persen dibandingkan pekan sebelumnya di level 6.541
  • Akhir pekan kemarin investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih Rp1,79 triliun, sehingga sepanjang 2026 total "net sell" mencapai Rp74,36 triliun

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis selama pekan lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.441, turun 1,53 persen dibandingkan pekan sebelumnya di level 6.541.

BEI melaporkan selama periode 14-18 September 2026, indikator perdagangan mengalami perubahan. Selain itu, kegiatan di bursa masih disertai aksi jual saham investor asing.

Kapitalisasi pasar turun 1,58 persen menjadi Rp11.266 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp11.466 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian juga turun 6,95 persen menjadi Rp15,22 triliun dari Rp16,36 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun sebesar 14,73 persen menjadi 1,89 juta kali transaksi. Sedangkan pada pekan sebelumnya, rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat sebesar 2,22 juta kali transaksi.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian turun 20,71persen menjadi 28,61 miliar lembar saham. Pada pekan sebelumnya, rata-rata volume transaksi harian tercatat sebesar dari 36,09 miliar lembar saham.

Sampai akhir pekan kemarin investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih Rp1,79 triliun. Sehingga sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp74,36 triliun.

Pada pekan lalu, BEI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pasar modal bagi perusahaan perusahaan di kawasan industri.

Kemudian, self-regulatory organization (SRO) menyalurkan bantuan melalui program corporate social responsibility (CSR). Sasarannya adalah masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang disalurkan berupa sembako, family kit, perlengkapan ibu dan anak, obat-obatan, serta konektivitas internet. Target utamanya adalah masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....