Meski Naik Tipis, Rupiah Diperkirakan Terus Berfluktuasi
- 02 Sep 2025 17:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (2/9/2025). Menurut Bloomberg, rupiah naik tipis 0,03 persen atau empat poin menjadi Rp16.414 per dolar AS.
Sentimen pasar masih dipengaruhi faktor eksternal, terutama terkait situasi dan kondisi di AS. Sengketa kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, membuat ketidakpastian kembali menguat.
Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan Trump akan mengajukan banding atas putusan pengadilan yang menyebutkan kebijakan tarifnya ilegal. "Dia akan mengajukan gugatannya ke Mahkamah Agung AS," ujarnya.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Kemungkinan akan Konsolidasi
Sementara itu, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di kalangan pelaku pasar masih menguat. Meskipun inflasi inti AS per Juli 2025 berada di atas target The Fed sebesar 2 persen.
Dari sisi global, konflik geopolitik antara Rusia dan Ikraina semakin memburuk. Kedua pihak disebut saling serang fasilitas-fasilitas penting khususnya kilang-kilang minyak.
Di Tiongkok, Presiden Xi Jinping melontarkan wacana "tatanan global baru" yang memprioritaskan "global selatan". "Wacana Presiden Xi berpotensi meningkatkan ketegangan baru, terutama bagi AS dan sekutunya," ucap Ibrahim.
Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati tanggapan Bank Indonesia (BI) terhadap perkembangan neraca perdagangan Indonesia. "BI memandang surplus neraca perdagangan Juli 2025 menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia," ujarnya.
BI menyatakan akan memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas lain untuk meningkatkan ketahanan eskternal. Sehingga hal ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan berfluktuatif sesi perdagangan Rabu (3/9/2025). "Namun kecenderungannya akan ditutup melemah dengan rentang Rp16.400-16.450 per dolar AS," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....