Tertekan Harga Minyak, IHSG Turun Hampir Dua Persen

  • 23 Jun 2025 20:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap berada di zona merah hingga penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG terpantau turun 1,96 persen atau 135 poin ke level 6.771.

Penurunan IHSG disertai penurunan harga mayoritas saham, sebanyak 579 saham. Sedangkan 260 saham lainnya stagnan dan 121 saham harganya naik.

“Sektor energi, finansial dan barang primer menjadi sektor penekan IHSG karena turun paling rendah. Saham sektor energi turun paling dalam sebesar -12 poin, sektor finansial turun 9,98 poin,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Senin (23/6/2025).

Baca Juga:

IHSG Anjlok di Tengah Risiko Kenaikan Harga Komoditas

Kekhawatiran Pasar Menguat, Rupiah Merosot 95 Poin

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 17,43 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 1.091.000 kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp9,28 triliun dan kapitalisasi pasar modal menjadi Rp11.846 triliun.

Tim Analis Phillip Sekuritas mengatakan, hari ini indeks saham di kawasan Asia juga melemah. Serangan AS ke Iran yang memicu kenaikan harga minyak, menimbulkan kekhawatiran Pasar.

“Hal itu menjadi perhatian khusus bagi banyak negara di Asia. Karena mereka mengimpor sebagian besar pasokan bahan bakar dari Timur-Tengah,” ucap Tim Phillip Sekuritas.

Hari ini, indeks TAIEX Taiwan menjadi salah satu indeks yang mencatatkan kinerja terburuk, penurunannya sebesar -1,42 persen. Bursa saham Taiwan tertekan oleh aksi jual atas saham-saham produsen chip komputer.

Para produsen tersebut sedang dilanda ketakutan bahwa Pemerintah AS akan mencabut keringanan yang diberikan. Keringanan itu berupa izin terhadap perusahaan produsen chip untuk mengirimkan produk berteknologi tinggi ke Tiongkok.

Sementara itu, parlemen Iran menyetujui penutupan Selat Hormuz yang menangani sekitar 20 persen pasokan minyak global. Namun keputusan akhirnya berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

“Harga minyak mentah jenis Brent kini mendekati level USD80 per barel. Sehingga dunia kini harus berhadapan dengan risiko tekanan inflasi akibat harga minyak dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas menutup analisisnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....