Tak Berdaya Hadapi Tekanan Dolar AS, Rupiah Ditutup Melemah 43 Poin

  • 02 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,24 persen atau 43 poin ke posisi Rp17.995 per dolar AS
  • Pelemahan rupiah, menurut Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, disebabkan karena sentimen negatif di dalam negeri yang mempengaruhi pasar uang
  • Dari faktor eksternal, perangkat CME FedWatch Tool memprakirakan probabilitas kenaikan suku bunga the Fed sebesar 67 persen

RRI.CO.ID, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berlanjut hingga penutupan perdagangan hari ini. Mengacu data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,24 persen atau 43 poin ke posisi Rp17.995 per dolar AS.

Pelemahan rupiah, menurut Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, disebabkan karena sentimen negatif di pasar uang. “Memasuki semester II sejumlah sentimen negatif di dalam negeri bermunculan,” kata Ibrahim, Kamis, 2 Juli 2026.

Ibrahim menyebut sejumlah sentimen negatif tersebut berupa kasus korupsi, kekhawatiran akan kondisi fiskal pemerintah. Inflasi yang meningkat dan pengumuman MSCI terkait pasar modal Indonesia pada bulan November mendatang.

Data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia, berdasarkan S&P Global, juga menurun ke zona kontraksi 46,9. Penyebab utama penurunan indeks adalah penurunan permintaan atas barang manufaktur Indonesia.

Kemudian, lembaga pemeringkat internasional Fitch Rating baru saja merilis perkiraan akan cadangan devisa Indonesia. Lembaga itu menyebut cadangan devisa Indonesia pada 2026 hanya mampu membiayai sekitar 4,9 bulan kebutuhan pembayaran eksternal berjalan.

Menurut Fitch, penyusutan cadangan devisa terutama dipicu oleh memburuknya kondisi perdagangan. Kenaikan harga energi global, pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI untuk memperkuat rupiah, menjadi penyebabnya.

Dari faktor eksternal, perangkat CME FedWatch Tool memprakirakan probabilitas kenaikan suku bunga the Fed sebesar 67 persen. Sementara itu data ketenagakerjaan dari Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan peningkatan penggajian tenaga kerja swasta.

Data ADP mencatat penggajian di sektor swasta pada bulan Juni meningkat 98 ribu. Penambahannya lebih rendah dari ekspektasi sebesar 113 ribu.

Sementara itu, dari sisi geopolitik, pembicaraan negosiasi antara AS-Iran di Doha dikabarkan berlangsung positif. Keduanya negara membahas lalu lintas di Selat Hormuz dan pencairan dana milik Iran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....