The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Berisiko Melemah

  • 19 Jun 2025 09:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pelemahan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan masih akan berlanjut, setelah the Fed mengumumkan kebijakan suku bunganya semalam. Bank Sentral Amerika Serikat itu mempertahankan suku bunganya di level 4,25-4,50 persen bulan Juni ini.

"Pernyataan the Fed semalam tidak se-dovish (longgar) yang diekspektasikan pasar. Memang the Fed masih memberi sinyal pemangkasan dua kali tahun ini, tapi juga menegaskan tidak terburu-buru memangkasnya," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Kamis (19/6/2025).

Baca Juga:

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Melemah 23 Poin

Pergerakan IHSG Dibayangi Konflik dan Kebijakan Bank Sentral

Keputusan the Fed tersebut, menahan pelemahan dolar AS. Apalagi saat ini, konflik Timur Tengah masih panas dengan turut campurnya AS menekan Iran.

"Konflik yang memanas mendorong kekhawatiran pasar bahwa ekonomi global akan terganggu. Harga minyak mentah sudah naik 17 persen, sehingga dolar berpeluang menguat lagi terhadap nilai tukar lainnya," ucap Ariston.

Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, rupiah juga turun 0,14 persen atau 23 poin menjadi Rp16.312 per dolar AS. Rupiah tidak merespons positif kebijakan Bank Indonesia yang juga mempertahankan suku bunga di level 5,5 persen.

"Potensi pelemahan rupiahhari ini ke arah Rp16.380. Sedangkan potensi support di sekitar Rp16.300 per dolar AS," kata Ariston menutup analisisnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....