Dolar AS Tertekan, Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp16.284

  • 05 Jun 2025 16:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (5/6/2025). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,06 persen atau 10 poin menjadi Rp16.284 per dolar AS.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah disebabkan tertekannya dolar AS usai rilis sejumlah data ekonomi AS. "Data penggajian berdasarkan Automatic Data Processing (ADP) lebih lemah dari perkiraan, menunjukkan kemerosotan besar tenaga kerja AS," ujarnya.

Baca juga: Data Ekonomi AS Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat Lagi

Baca juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Terpangkas 0,5-0,7 Persen

Hal ini mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih lanjut. Seiring dengan kekhawatiran meningkatnya risiko perekonomian AS ditambah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Menurut Ibrahim, fokus para investor minggu ini masih tertuju pada rilis data ekonomi AS lainnya. Termasuk keputusan suku bunga Reserve Bank of India serta kepastian pembicaraan antara Trump dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Di dalam negeri, Ibrahim mencermati paket stimulus ekonomi Rp24,44 triliun yang baru saja digulirkan pemerintah. Menurut dia, stimulus ekonomi dan peningkatan belanja pemerintah menjadi kunci untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tahun ini.

"Stimulus saja tidak cukup, harus dilakukan pemerintah adalah meningkatkan belanja pemerintah yang sempat tertunda pada awal tahun," ujarnya. Belanja pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor terdampak seperti konstruksi, perhotelan dan perdagangan.

Selain itu, peningkatan belanja pemerintah diharapkan bisa mengubah persepsi pelaku ekonomi. Persepsi dan ekspektasi positif akan mendorong arus modal asing masuk kembali masuk ke pasar modal di tengah goncangan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....