Data Ekonomi AS Melemah, Rupiah Berpeluang Menguat Lagi
- 05 Jun 2025 08:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS hari ini. Dalam penutupan perdagangan Rabu kemarin, rupiah naik 0,09 persen atau 14 poin menjadi Rp16.294 per dolar AS.
Peluang penguatan rupiah terbuka setelah rilis sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) semalam. "Data Purchasing Managers Index (PMI) sektor jasa AS bulan Mei versi Institute Supply Management (ISM) menunjukkan kontraksi," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Kamis (5/6/2025).
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat, Ditopang Prospek Pembicaraan AS-Tiongkok Bea Cukai Mulai Terapkan Aturan Barang Bawaan Penumpang
Menurut Ariston, itu adalah kontraksi pertama dalam 11 bulan. "Dampak negatif kebijakan tarif Trump sudah terasa di sektor jasa yang biasanya lebih solid dibandingkan sektor manufaktur," ucapnya.
Melihat kondisi itu, sentimen pelaku pasar semakin negatif dengan prospek ekonomi AS ke depan. Ini bisa membuka ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan AS.
Pekan ini, data tenaga kerja AS juga menjadi sorotan pasar terutama data di hari Jumat. Data Non-Farm Payrolls AS versi Automatic Data Processing (ADP) bulan Mei yang dirilis semalam, di bawah ekspektasi pasar.
Penambahan pekerjaan hanya sekitar 37.000 dari perkiraan sebanyak 111.000 ribu pekerjaan. "Hasil ini juga bisa memberi tekanan ke dolar AS," ujar Ariston.
Sehingga potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini masih ke arah Rp16.200. Sedangkan potensi resistansi di kisaran Rp16.300 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....