Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Terpangkas 0,5-0,7 Persen

  • 05 Jun 2025 14:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia bukan satu-satunya negara di dunia yang pertumbuhan ekonominya melambat. Menurut dia, hampir semua negara di dunia mengalami hal yang sama akibat kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

"Perang dagang akibat kebijakan tarif resiprokal AS menyebabkan perdagangan global merosot," ujarnya, Rabu (4/6/2025). Akibatnya, lanjut Menko, pertumbuhan ekonomi sejumlah negara diprediksi terpangkas sekitar 0,5 hingga 0,7 persen.

Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. Yaitu dari perkiraan semula 4,9 persen menjadi 4,7 persen.

Ini untuk kedua kalinya OECD mengoreksi prakiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025. Sebelumnya, lembaga itu juga memangkasnya dari 5,2 persen menjadi 4,9 persen.

"Tentu kami akan melihat ke depan bagaimana menjaga daya beli masyarakat," ujar Airlangga. Sehingga, Indonesia tetap bisa menjaga pertumbuhan ekonomi nasionalnya.

Menurut Menko, lima paket stimulus yang diluncurkan pemerintah baru-baru ini adalah upaya mendorong daya beli masyarakat. Ini juga menjadi upaya menjaga sektor industri padat karya yang produknya diekspor ke AS.

"Kami memonitor sebagian besar negara anggota OECD juga membuat paket ekonomi serupa untuk menjaga daya beli masyarakatnya," ucapnya. Airlangga mengatakan hal tersebut karena situasi global sekarang ini menang sedang tidak baik-baik saja.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....