Saran Apindo untuk Hadapi Dampak Kebijakan Tarif AS

  • 07 Apr 2025 21:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut memberikan masukan pada pemerintah, dalam upaya negosiasi tarif dengan Amerika Serikat. Terutama untuk mengurangi dampak buruk pengenaan tarif resiprokal yang dikenakan AS pada Indonesia.

“AS mengenakan tarif impor pada semua negara, bukan hanya pada Indonesia. Jadi kami melihat upaya untuk mengantisipasi dampaknya dari dua sisi,” kata Ketua Apindo, Shinta Widjaja Kamdani usai mengikuti rapat kordinasi dengan pemerintah di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta, Senin (7/4/2025).

Baca Juga:

Indonesia Siapkan Materi Negosiasi Tarif dengan Amerika

Indonesia Bahas Tarif Resiprokal Trump dengan Malaysia

BI Intervensi Pasar Off-Shore untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Pertama, sambung Shinta, bagaimana mengurangi defisit perdagangan AS-Indonesia dengan menambah impor dari AS. Tetapi impor hanya produk-produk yang memang dibutuhkan dan tidak ada substitusinya di Indonesia.

“Sehingga impornya tidak mengganggu produk-produk Indonesia. Contohnya, kita ekspor tekstil atau apparel cukup besar ke AS maka kita bisa impor kapasnya dari AS,” ucap Shinta.

Hal itulah yang menurut Shinta sedang dijajaki, juga untuk produk lainnya seperti gandum dan jagung. Termasuk hambatan non-tarif yang dikenakan Indonesia, khususnya untuk produk informasi dan teknologi dari AS.

“Identifikasi produknya harus segera dilakukan. Kami ingin memastikan agar tantangan tarif ini jangan sampai mengganggu ekspor produk Indonesia ke Amerika,” ujar Shinta.

Selain itu, Apindo juga memberi masukkan mengenai potensi kerja sama impor dari AS. Terutama untuk impor produk yang kapasitasnya masih bisa dimanfaatkan dunia usaha

Penambahan impor dari AS itu, tambah Shinta, juga bisa dilakukan dengan shifting atau pergeseran impor. “Selama ini kita banyak impor kapas dari Eropa, mungkin sebagian impornya bisa digeser untuk menambah impor kapas dari AS,” kata Shinta menutup keterangannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....