Akomodasi Pelaku Pasar, OJK-BEI Sepakati Dua Kebijakan
- 04 Mar 2025 01:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sepakat untuk menunda implementasi short selling. Selain itu, OJK juga akan mengkaji opsi kebijakan lain jika diperlukan, yaitu buyback saham tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Ini merupakan kebijakan setelah kami mendengarkan concern pelaku pasar dan pemangku kepentingan pasar modal. Utamanya terkait tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan belakangan ini," kata Kepala Eksekutif OJK bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, dalam keterangan pers usai melakukan dialog dengan pelaku pasar modal, di Jakarta, Senin (3/3/2025).
Baca Juga :
IHSG Bangkit, Naik 3,97 Persen pada Penutupan Perdagangan
Rupiah Naik Siginifikan Ditopang Tiga Sentimen Pasar
BPS: Waspadai Tren Inflasi saat Ramadan-Idulfitri
Menurut Inarno, dua kebijakan awal itu diambil dengan tetap mempertimbangkan situasi dan kondisi ke depan. "Dalam mengambil kebijakan tersebut kami fokus pada tiga hal," ucapnya.
Tiga hal itu adalah stabilitas pasar, peningkatan likuiditas dan perlindungan terhadap investor. "Kami juga ingin menegaskan bahwa kami hadir dan berperan aktif menjaga pasar modal Indonesia tetap stabil, transparan dan berintegritas," ujar Inarno.
Dialog dengan pelaku pasar modal pada Senin kemarin, mengedepankan tema "Soliditas dan Sinergi Pemangku Kepentingan Pasar Modal". "Para pelaku pasar modal banyak memberikan masukan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap investasi di pasar modal Indonesia," kata Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik.
Menurut dia, dari dialog tersebut juga terlihat pelaku pasar masih optimis dan confidence untuk berinvestasi di pasar modal. Dalam dialog tersebut, tampak hadir sejumlah pengusaha nasional seperti Anindya Bakri, Franky Widjaja, Garibaldi Thohir dan Arsjad Rasjid.
Sementara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menyampaikan penyebab melemahnya IHSG belakangan ini. "Kenapa bursa saham ambruk, terutama karena faktor eksternal, khususnya The Fed dan kebijakan Trump," ujarnya.
Dengan situasi seperti sekarang ini, tambah Iman, tugas BEI adalah tetap menjaga perdagangan tetap wajar, transparan dan efisien. "Indeks yang turun, itu kan persepsi investor karena fundamental perusahaan-perusahaan tidak buruk, bahkan cenderung naik," ujar Iman.
Jadi persepsi di kalangan investor maupun analis yang ikut mempengaruhi pergerakan indeks saham. Persepsi inilah yang menurut Iman perlu dikelola agar tidak terjadi panic selling di kalangan investor.
"Kita berharap akan masuk aliran dana (modal) baik dari investor asing dan domestik. Mereka diharapkan membeli saham-saham dengan level indeks saat ini," ucap Iman.
Lebih lanjut Iman mengatakan bahwa pelemahan indeks yang terjadi saat ini sifatnya hanya sementara. Apalagi kondisi fundamental ekonomi Indonesia cukup baik sehingga menjadi peluang bagi investor asing maupun domestik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....