BPS: Waspadai Tren Inflasi saat Ramadan-Idulfitri
- 03 Mar 2025 14:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan, meski terjadi deflasi pada Januari dan Februari 2025, sejumlah komoditas masih mengalami inflasi. Komoditas inilah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pada saat Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
“Secara historis, inflasi periode Ramadan dan Idulfitri biasanya terjadi jelang Ramadan dan di antara bulan terkait. Tapi bagaimana trend inflasi di bulan Ramadhan tahun ini baru akan diumumkan pada 1 April mendatang,” kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan kepada RRI, Senin (3/3/2025).
Baca Juga:
Diskon Listrik Penyebab Deflasi 0,48 Persen Februari 2025
IHSG Diperkirakan Bergerak Konsolidasi Setelah Anjlok
Awal Pekan, Rupiah Berpeluang Menguat terhadap Dolar AS
Komoditas yang permintaannya tinggi dan harganya sering naik di bulan Ramadan antara lain daging ayam ras. Termasuk tarif angkutan udara, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, beras dan emas perhiasan.
Namun data bulan Februari 2025, harga daging ayam ras, bawang merah dan cabe merah mengalami penurunan. Sementara pemerintah memberikan diskon tarif ekonomi penerbangan domestik pada periode lebaran tahun ini.
Tetapi harga emas dan perhiasan tercatat masih mengalami inflasi pada Februari 2025, dengan andil inflasi 0,08 persen. Sementara harga beras secara bulanan pada Februari 2025, di tingkat grosir naik 0,32 persen dan di tingkat eceran naik 0,36 persen.
Berdasarkan data historis BPS, sebagain besar kabupaten/kota mengalami inflasi pada bulan Ramadan. Inflasi tinggi dominan terjadi di kabupaten/kota di luar Pulau Jawa.
Sebagai catatan, bulan Ramadhan April 2022 trend inflasinya naik 0,95 persen. Ramadan Maret 2023 inflasinya 0,18 persen dan Ramadan Maret 2024 inflasinya tercatat 0,52 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....