IHSG Diperkirakan Bergerak Konsolidasi Setelah Anjlok
- 03 Mar 2025 10:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan konsolidasi awal pekan ini. Setelah pada penutupan akhir pekan kemarin, IHSG turun signifikan hingga 3,31 persen (214,85 poin) ke level 6.270,60
"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi. Rentang perdagangan di level 6.224 hingga 6.354 dengan support di level 6.200," kata Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam analisisnya Senin (3/3/2025).
Baca Juga:
Awal Pekan, Rupiah Berpeluang Menguat terhadap Dolar AS
IHSG Ditutup Merosot 3,3 Persen ke Level 6.270
Kemenperin Catat Indeks Kepercayaan Industri Meningkat
Anjloknya IHSG hingga 3 persen pada akhir pekan kemarin, membuat pasar saham Indonesia berkinerja terburuk tahun ini. "IHSG pada perdagangan hari Jumat kemarin menjadi pelemahan terdalam sejak awal bulan Agustus 2024," ujar Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto.
Level IHSG di 6.270 tambah Rully, merupakan yang terendah sejak pertengahan Maret 2021. Aksi jual investor asing mengalami akselerasi selama pekan lalu dan di hari Jumat mencapai Rp2,1 triliun.
"Secara akumulasi pekan lalu arus modal asing yang keluar mencapai Rp10,2 triliun. Setengah dari outflow tersebut dilakukan terhadap saham saham perbankan," ujar Rully.
Berdasarkan data Mirae Asset Sekuritas Indonesia, pekan lalu asing menjual saham BBRI senilai Rp2,1 triliun. Disusul saham BBCA Rp1,8 triliun dan saham BMRI Rp1,1 triliun.
Sehingga total aliran keluar modal asing sepanjang bulan Februari 2025 mencapai Rp21,9 triliun. Sementara itu, di obligasi pemerintah Indonesia (SBN), masih tercatat aliran masuk modal asing sebesar Rp8,1 triliun.
"Selama sepekan IHSG tergelincir turun 7,8 persen. Pasar saham Indonesia menjadi yang terburuk tahun ini, pelemahan dari awal tahun hingga saat ini sebesar 11,3 persen," ucap Rully.
Dibandingkan indeks bursa saham di ASEAN, bursa saham Malaysia melemah 4,1 persen. Indeks bursa saham di Filipina turun 8,1 persen.
"Arus modal asing keluar juga dialami oleh Malaysia dan Filipina di bulan Februari. Masing-masing mencapai 351 juta dolar AS dan 145 juta dolar AS," kata Rully menutup penjelasannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....