Pemerintah Finalkan Pembiayaan Program Tiga Juta Rumah Hari Ini
- 20 Feb 2025 13:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Pemerintah rencananya akan menuntaskan skema pembiayaan untuk program tiga juga rumah hari ini. Sejumlah menteri terkait masih akan melakukan rapat finalisasi sekitar pukul 16.30 WIB di Kementerian Keuangan.
Menteri terkait antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN. Termasuk Gubernur Bank Indonesia yang memberikan dukungan pembiayaan melalui fasilitas Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).
"Kita mencoba mensinkronkan seluruh policy dan instrumen keuangan, baik APBN maupun dari kebijakan BI untuk mendukung sektor perumahan. Dalam APBN 2025 kita sudah memberikan dukungan untuk pembangunan 220 ribu rumah untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR)," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konpers di Kementerian Keuangan, Rabu (20/2/2025) malam.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Turun
Untuk itu alokasi anggarannya sebesar Rp18 triliun dalam bentuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Fasilitas ini dikombinasikan dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) di PT SMF untuk mendukung pembangunan 220 ribu rumah MBR.
Melalui fasilitas ini, pemberian rumah MBR dikenakan bunga hanya 5 persen selama 20 tahun. "Untuk program tiga juta rumah, kita mencoba mencari berbagai instrumen yang diikhtiarkan," ucap Menkeu
Beberapa instrumen, lanjut Menkeu, sudah ditemukan. Inilah yang sedang difinalkan oleh tim teknis yang dipimpin Wakil Menkeu, Suahasil Nazara.
"Kita optimis ini semua bisa ditingkatkan untuk mendukung target pembangunan perumahan, termasuk program tiga juta rumah. Karena kita juga punya instrumen lain seperti untuk perbaikan rumah dan berbagai skema seperti bantuan uang muka," ujarnya.
Baca juga: Isu Suku Bunga Diperkirakan akan Membuat Rupiah Berfluktuasi
Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dukungan BI terhadap program-program 'Asta Cita' pemerintah. Ia meyakini, program-program tersebut secara bertahap akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke level 8 persen.
"Dukungan yang diberikan BI salah satunya melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial. BI sudah memutuskan menambah insentif untuk sektor perumahan, dari 23,19 triliun dinaikan secara bertahap menjadi 80 triliun," kata Perry.
Baca juga: IHSG Diperkirakan Konsolidasi setelah Pengumuman BI Rate
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait mengatakan, kebijakan tersebut memerlukan kerja sama. Karena untuk mewujudkan program tiga juta rumah melibatkan kepentingan terkait, utamanya soal pembiayaan.
"Saya berterima kasih pada BI yang gercep memberikan dukungan pada pembiayaan program tiga juta rumah. Bank-bank Himbara maupun swasta juga akan bergerak mendukung program ini," ujar Maruarar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....