IHSG Diperkirakan Konsolidasi setelah Pengumuman BI Rate

  • 20 Feb 2025 10:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan masih konsolidasi, setelah pengumuman BI rate. IHSG ditutup turun 1,14 persen (78,68 poin) ke level 6.794,87, pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

"Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi. Rentang perdagangan di level 6750 hingga 6880 dan level support di 6600," kata Tim Analis Mirae Aset Sekuritas Indonesia dan analisisnya, Kamis (20/2/2025).

Baca juga: Isu Suku Bunga Diperkirakan akan Membuat Rupiah Berfluktuasi

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen

Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Merosot 1,14 Persen

Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto mencermati kebijakan suku bunga BI yang diumumkan kemarin. "BI memutuskan mempertahankan BI rate 5,75 persen, sebelumnya kami memperkirakan pemangkasan lanjutan, setelah pemangkasan bulan Januari," ujarnya.

Rully melihat ada risiko pelambatan ekonomi Indonesia cukup besar dengan ketidakpastian global. Ketidakpastian yang diakibatkan risiko perang dagang dan perlambatan ekonomi Tiongkok.

"Ditambah lagi, adanya pemangkasan anggaran 2025 sebesar Rp306,7 triliun. Pemangkasan ini memperbesar kemungkinan pertumbuhan PDB tahun ini tidak mencapai target 5,2.persen," ucap Rully.

Bahkan, tambahnya, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi bisa di bawah 5,0 persen. Perkiraan ini dengan melihat prospek global yang suram, di tengah ancaman perang dagang.

Tim Mirae Asset Sekuritas berpendapat, pemangkasan suku bunga bulan Januari lalu sebesar 25 bps masih belum memadai. Utamanya untuk mengangkat perekonomian Indonesia dari perlambatan.

"BI menyatakan masih membuka kemungkinan penurunan suku bunga. Meski dengan asumsi dasar suku bunga acuan the Fed hanya akan diturunkan satu kali, sebesar 25 bps," kata Rully.

Dia menilai, BI baru memiliki ruang penurunan kembali BI rate di semester kedua tahun ini. Sebab, Maret sudah memasuki bulan puasa dan Lebaran yang secara musiman mendorong inflasi.

"BI juga hampir tidak pernah menurunkan suku bunga di kuartal kedua. Karena dalam periode itu terjadi peningkatan permintaan dolar secara musiman," ucap Rully menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....