BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Turun

  • 19 Feb 2025 17:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Rabu (19/2/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,29 persen atau 46 poin menjadi Rp16.324 per dolar AS.

Analis pasar uang, Lukman Leong, mengatakan rupiah sempat rebound setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan mempertahankan suku bunga acuannya. "Namun, setelah itu justru makin turun," ujarnya.

Meski begitu, Lukman melihat peluang BI kembali memangkas suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur selanjutnya. "Peluang itu terbuka karena pertumbuhan kredit yang masih lambat," ujarnya.

Baca juga: Rupiah Melemah Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau stabil. Pelaku pasar mengantisipasi risalah pertemuan dewan kebijakan bank sentral AS (The Fed) Rabu (19/2/2025) malam ini.

Pasar juga menantikan neraca transaksi berjalan Indonesia yang akan dirilis Kamis (20/2/2025). Menurut Lukman, neraca transaksi berjalan diperkirakan defisit USD600 juta.

"Kecuali ada intervensi, maka rupiah diperkirakan masih akan tertekan," ucapnya. Menurut dia, pelemahan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan berada pada kisaran Rp16.300-Rp16.400 per dolar AS.

Baca juga: BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen

BI melaporkan nilai tukar rupiah pada 1-18 Februari 2025 menguat 0,15 persen secara poin to poin. Hal ini ditopang kebijakan stabilisasi BI serta aliran masuk modal asing.

Imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik juga mendorong penguatan rupiah. Demikian pula dengan prospek ekonomi Indonesia yang masih tetap baik.

Namun, jika dilihat per Januari-Februari 2025, rupiah terdepresiasi 1,06 persen terhadap dolar AS dibandingkan level akhir Desember 2024. BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan stabil dengan upaya bank sentral mengoptimalkan seluruh instrumen moneternya.

BI menyatakan akan memperkuat strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi SRBI, SVBI dan SUVBI. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) juga diharapkan mendukung stabilitas rupiah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....