Isu Suku Bunga Diperkirakan akan Membuat Rupiah Berfluktuasi
- 20 Feb 2025 09:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih akan berfluktuatif karena faktor global dan domestik. Pada Rabu kemarin, rupiah ditutup turun 0,29 persen (46 poin) menjadi Rp16.324 per dolar AS.
Rupiah melemah karena pengumuman Bank Indonesia menahan suku bunga 5,75 persen di bulan Februari 2025. Namun pasar berspekulasi BI akan memangkas suku bunganya dalam pertemuan bulan selanjutnya.
"Di dalam negeri, pasar mulai berspekulasi adanya pemangkasan suku bunga acuan B. Spekulasi muncul karena melihat inflasi yang rendah dan pengurangan anggaran belanja negara yang menurunkan kinerja bisnis lokal," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Kamis (20/2/2025).
Baca Juga :
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen
Perdagangan Lesu, IHSG Ditutup Merosot 1,14 Persen
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Tetap Turun
Kondisi itu, menurut Ariston, bisa memberikan tekanan ke rupiah. Sementara dari sisi eksternal, pelaku pasar mencermati hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat semalam.
"Rilis notulen rapat kebijakan the Fed bulan Januari lalu diumumkan dinihari tadi. Rilis tersebut menunjukkan keinginan bank sentral untuk menahan suku bunga acuan lebih lama lagi," ucap Ariston.
Kebijakan menahan suku bunga dilakukan sambil menunggu data ekonomi terbaru Amerika Serikat. Di antaranya data inflasi, tenaga kerja dan dampak kebijakan tarif Trump.
"Pejabat the Fed mengisyaratkan kesulitannya untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen. Kebijakan tarif Trump juga masih memberikan sentimen negatif ke pasar pagi ini sehingga Indeks saham Asia bergerak negatif, ujar Ariston.
Adapun, potensi pelemahan rupiah terhadap dolar AS hari ini ke arah Rp16.380. Sedangkan potensi support di sekitar Rp16.290 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....