Rupiah Menguat Setelah BI Rilis Data Cadangan Devisa
- 07 Feb 2025 20:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,36 persen (58 poin) menjadi Rp16.282 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Lukman Leong mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah ditopang data terbaru posisi cadangan devisa Indonesia. "Data yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan cadangan devisa Indonesia kembali naik dan mencapai level tertinggi baru," kata Lukman, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga :
Rupiah Masih Rentan Tertekan oleh Dolar AS
Akhir Pekan, IHSG Konsolidasi dengan Risiko Melemah
Data cadangan devisa tersebut mendapat respon positif dari kalangan investor. Data BI menunjukkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2025 sebesar 156,1 miliar dolar AS.
| Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat jelang Akhir Pekan |
"Jumlahnya meningkat dibandingkan akhir Desember 2024 yang tercatat 155,7 miliar dolar AS. Penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa menjadi sumber kenaikan cadangan devisa," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, Jumat (7/2/2025).
Cadangan devisa setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Jumlahnya juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
"BI menilai posisi cadangan devisa di akhir Januari 2025 mampu mendukung ketahanan sektor eksternal. Selain itu, dapat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ucap Denny.
BI memperkirakan prospek ekspor ke depan tetap positif. Neraca transaksi modal dan finansial juga diprakirakan tetap mencatatkan surplus.
"Hal itu sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang menarik. BI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ucap Denny menutup pernyataannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....