Rupiah Masih Rentan Tertekan oleh Dolar AS
- 07 Feb 2025 10:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah masih rentan melemah karena dolar Amerika Serikat (USD) yang bergerak menguat. Pada penutupan perdagangan , Kamis (6/2/2025) kemarin, rupiah turun 0,30 persen (48 poin) menjadi Rp16.341 per USD.
"Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali naik ke area 16.300an . Ini menunjukkan, untuk saat ini rupiah masih rentan melemah terhadap dollar AS," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Jumat (7/2/2025).
Baca Juga: Rupiah Jatuh Lagi akibat Tertekan Isu Perang Dagang
Baca Juga: Akhir Pekan, IHSG Konsolidasi dengan Risiko Melemah
Pergerakan dolar yang menguat tidak lepas dari pengaruh kebijakan Presiden AS, Donald Trump. Utamanya kebijakan kenaikan tarif yang dikhawatirkan akan memicu kenaikan inflasi di AS.
"Sehingga The Fed kemungkinan akan membatasi pemangkasan suku bunga acuannya. Ditambah kebijakan Trump lainnya yang kontroversial dan memicu guncangan pada perekonomian global," ucap Ariston.
Ariston mencontohkan kebijakan Trump yang kontroversial seperti soal jalur Gaza, terusan Panama, dan penghentian program USAIDS. Hal ini, menurutnya, bakal memicu konflik ekonomi AS dengan negara lainnya dan menambah ketidakpastian.
"Situasi ini akan mendorong pelaku pasar mencari aset aman. Aset aman itu adalah mata uang dolar AS dan emas," ujar Ariston.
Sementara data tenaga kerja AS bulan Januari yang akan dirilis malam ini akan menjadi penggerak baru. Data tersebut akan menentukan pergerakan rupiah terhadap dolar AS beberapa hari ke depan
Potensi pelemahan rupiah hari ini, tambah Ariston, ke arah Rp16400. Sedangkan potensi support di sekitar Rp16.280 per dolar AS.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....