Sikap 'Soft' Trump Diperkirakan akan Menguatkan Rupiah

  • 22 Jan 2025 10:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Analis Pasar Uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, sikap soft (lembut) Presiden AS Donald Trump penyebabnya.

"Perkiraan berlanjutnya penguatan rupiah didorong oleh harapan kebijakan Trump yang keseluruhannya lebih soft. Namun penguatannya mungkin akan terbatas," katanya, Rabu (22/1/2025).

Baca juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan seiring Pelemahan Indeks Dolar

IHSG Lanjutkan Kenaikan hingga ke Level 7.181

Rupiah naik 0,15 persen atau 24 poin pada penutupan perdagangan Selasa pekan ini. Nilai tukar rupiah menjadi Rp16.343 per dolar AS.

Ia menilai, penguatan yang terbatas terjadi karena pasar masih dibayangi pernyataan Trump soal pengenaan tarif pada Tiongkok. Trump pernah menyebutkan akan mengenakan 10 persen tarif tambahan pada Tiongkok.

Lukman memperkirakan, pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp16.250-16.350 per dolar AS. Adapun hari ini rupiah dibuka menguat 0,13 persen ( 21 poin) ke ke posisi Rp16.322 per dolar AS.

Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat indeks dolar AS sempat menyentuh level 108 pada Selasa kemarin. Indeks dolar tersebut merupakan posisi terendah selama hampir sebulan terakhir.

Bersamaan dengan melemahnya dolar AS, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga turun dalam beberapa hari terakhir. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun tercatat berada di level 4,57 persen.

"Apabila indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury menurun secara konsisten, terbuka peluang BI menurunkan kembali suku bunga. Tujuannya untuk lebih melonggarkan likuiditas di sistem perbankan," ucap Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....