Rupiah Lanjutkan Penguatan seiring Pelemahan Indeks Dolar
- 21 Jan 2025 16:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rupiah melanjutkan penguatannya pada penutupan perdagangan Selasa (21/1/2025). Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,15 persen atau 24 poin menjadi Rp16.343 per dolar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah disebabkan melemahnya indeks dolar AS. Pelemahan itu tidak terlepas dari perkembangan yang terjadi di AS setelah pelantikan Donald Trump sebagai Presiden.
"Trump tidak menyebutkan pengenaan tarif perdagangan kepada Tiongkok, Meksiko dan Kanada," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi. Namun, menurut dia, kemungkinan itu masih ada karena Trump menyatakan sedang mengevaluasi ulang perdagangan AS.
Baca juga: Penguatan Rupiah Masih Berisiko Karena Pidato Trump
Presiden Ke-45 dan Ke-47 AS itu juga menyerukan kebijakan perdagangan ‘America First’. "Trump menginstruksikan lembaga federal menyelidiki praktik perdagangan yang dinilai tidak adil serta meninjau ulang perjanjian dagang," kata Ibrahim.
Hal inilah yang kemudian memicu spekulasi bahwa Trump tetap akan mengenakan tarif perdagangan tinggi. "Terutama pada Tiongkok seperti diperkirakan selama ini," ucapnya melanjutkan.
Faktor eksternal lain yang mempengaruhi pergerakan mata uang adalah potensi Bank of Japan (BoJ)menaikkan suku bunganya. Hal ini tersirat dari komentar para pembuat kebijakan di bank sentral Jepang itu.
"Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi menandakan tekanan yang lebih besar pada pasar Jepang," ucap Ibrahim. Menurut dia, ini sekaligus mencerminkan kepercayaan BoJ terhadap ekonomi Jepang.
Sementara di dalam negeri, Ibrahim mencermati kinerja 100 hari Presiden Prabowo Subianto, terutama program swasembada pangan dan energi. "Presiden meyakini swasembada pangan yang semula ditargetkan tercapai pada 2029 bisa dipercepat pada 2027," katanya.
Terkait swasembada energi, Presiden menyatakan dalam waktu lima tahun Indonesia bisa lepas dari ketergantungan impor BBM. "Keyakinan Presiden didasarkan pada kekayaan sumber daya alam Indonesia," ujar Ibrahim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....