IHSG Menguat di Jeda Siang Perdagangan berada di Level 6043,55
- 12 Jun 2026 12:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG menguat 2,68 persen ke level 6.043,55 pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 12 Juni 2026
- BNI Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan jangka pendek dengan target area 5.900 hingga 6.000
- Pasar mencermati meredanya ketegangan di Timur Tengah, perlambatan penjualan ritel, dan efisiensi anggaran Program MBG
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Jumat, 12 Juni 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 2,68% atau 157,52 poin ke level 6043,55.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6057,50. Sedangkan, untuk angka terendah berada di level 5952,85.
Sebelumnya, IHSG dibuka melemah pada perdagangan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di zona hijau di level 5.960,41, naik 74,38 poin (1,26 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan secara teknikal dalam jangka pendek. “IHSG hari ini berpotensi short term teknikal rebound ke 5.900-5.950,” kata Fanny, Jumat, 12 Juni 2026.
Fanny memperkirakan IHSG bergerak pada area support di kisaran 5.780 hingga 5.840. Sementara itu, level resistansi diperkirakan berada pada rentang 5.900 hingga 6.000.
Fanny mengatakan sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah. Menurutnya, penguatan bursa saham Amerika Serikat terjadi setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan ke Iran.
“Sehingga harga minyak terkoreksi karena meredanya kekhawatiran gangguan pasokan energi dari Timur Tengah,” ujarnya. Sementara itu, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai pelaku pasar juga mencermati sejumlah sentimen domestik.
Salah satunya penurunan pertumbuhan penjualan ritel tahunan menjadi 3,7 persen pada April 2026. “Penurunan disebabkan melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi,” kata Tim Phintraco Sekuritas.
Selain itu, pasar turut memperhatikan langkah pemerintah melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Phintraco Sekuritas, efisiensi anggaran berpotensi membantu menekan defisit APBN apabila dapat dilakukan secara signifikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....