Pasar Tunggu Kepastian Damai AS-Iran, Rupiah Ditutup Melemah
- 17 Jun 2026 20:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,21 persen atau 37 poin menjadi Rp17.762 per dolar AS.
- Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar masih optimis atas prospek kesepakatan damai AS-Iran
- Pelaku pasar juga sedang memusatkan perhatiannya pada pengumuman kebijakan bank sentral AS, serta hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Kamis besok
RRI.CO.ID, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari in, berlanjut hingga penutupan perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,21 persen atau 37 poin menjadi Rp17.762 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pelaku pasar masih optimis atas prospek kesepakatan damai AS-Iran. “Trump mengatakan kesepakatan itu akan mengesampingkan soal senjata nuklir Teheran,” kata Ibrahim dalam analisisnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Sementara itu, seorang pejabat AS mengatakan, tercapainya kesepakatan memungkinkan Iran kembali menjual hasil minyaknya. Namun kembali normalnya produksi dan penyulingan akan membutuhkan waktu lama, bisa bertahun-tahun.
Pelaku pasar juga sedang memusatkan perhatiannya pada pengumuman kebijakan bank sentral AS. The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tinggi.
“Investor akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru, untuk petunjuk jalur kebijakan di masa depan. Pasar sangat sensitif terhadap sinyal dari para pembuat kebijakan, apakah masih ada ruang untuk pelonggaran hingga akhir tahun ini,” ujar Ibrahim.
Di dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, hari Kamis, 18 Juni 2026. “RDG kali ini penting setelah BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga pada 9 Juni kemarin,” ucap Ibrahim.
Sejauh ini BI sudah menaikkan suku bunga sebesar 76 basis poin, sehingga suku bunga saat ini di level 5,5 persen. Hal itu menunjukkan langkah BI yang cukup agresif dalam upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....