IHSG Dibuka Menguat di Tengah Intaian Sentimen Global

  • 21 Jan 2025 11:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik hari ini ke level 7.207. Namun pergerakan IHSG diperkirakan akan berbalik turun karena sejumlah sentimen global.

Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG juga naik 0,22 persen, disertai dengan net sell asing sebesar Rp317 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, GOTO, AMMN, HEAL, dan BUKA.

"IHSG hari ini berpotensi terkoreksi setelah naik empat hari berturut-turut. Di level support IHSG akan bergerak di rentang 7.100-7.150 dan level resist di rentang 7.200-7.250," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Selasa (21/1/2025).

Baca Juga :

Perdagangan Karbon Internasional, Sejarah Baru Bursa Karbon Indonesia

Mayoritas Saham Menguat, IHSG Naik 0,22 Persen

Penyaluran Kredit Perbankan Triwulan I-2025 Diperkirakan Melambat

Fanny memprediksi IHSG akan terkoreksi karena pengaruh peristiwa di Amerika Serikat. Hari ini di AS merupakan hari libur karena acara pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS.

"Selain itu, masyarakat AS hari ini juga memperingati Hari Martin Luther King Jr. Seorang tokoh yang terkenal dengan perjuangannya melawan rasialisme di Amerika Serikat," ucap Fanny

Sementara bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mengalami penguatan dalam penutupan perdagangan Senin kemarin. Penguatan karena sentimen pasar yang positif melihat pembicaraan antara Donald Trump dan pemimpin Tiongkok, Xi Jinping.

Keduanya melakukan pembicaraan beberapa saat sebelum agenda pelantikan Trump. Dampaknya, indeks saham Tiongkok yang terdaftar di Amerika Serikat sempat melonjak 3,2 persen.

"Trump dan Xi membahas perdagangan, TikTok, dan fentanil. Pembicaraan ini akan menentukan hubungan di hari-hari awal pemerintahan baru di AS," ujar Fanny.

Menambah sentimen positif, TikTok mulai memulihkan layanan di AS pada hari Minggu. Pemulihan dilakukan setelah Trump mengatakan dia akan menghentikan penegakan hukum terhadap TikTok.

Sebelumnya, Trump menyatakan akan menghentikan layanan TikTok di AS. Dia mengharuskan pemilik aplikasi asal Tiongkok itu untuk mencari pembeli selama tiga bulan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....