IHSG Naik 1,69 Persen pada Penutupan Perdagangan Rabu 12 Agustus 2026
- 12 Agt 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik105,97 poin atau 1,69 persen ke level 6.373,85 pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, setelah dibuka di level 6.277,76.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukan penguatan pada penutupan sesi perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Ini setelah IHSG ditutup pada posisi 6.373,85 atau naik 105,97 poin (1,69 persen) setelah dibuka di level 6.277,76.
Pergerakan IHSG didominasi 452 saham naik, 175 saham turun, dan 168 saham stagnan. Sementara aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai 17,24 triliun.
Volume saham yang diperdagangkan tercatat mencapai 34,22 miliar lembar. Sedangkan frekuensi perdagangan mencapai lebih dari 2 juta kali transaksi.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai penguatan IHSG dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. “Pasar mencermati perkembangan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz,” katanya.
Menurut Tim, bursa regional di Asia juga cenderung bergerak variatif. “Pelaku pasar tampaknya mencermati dinamika sentimen pasar," katanya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dari sisi geopolitik, pasar mencermati potensi kesepakatan AS dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz. Hal ini muncul setelah Menteri Pertahanan Pakistan menyebut Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan.
Namun, Tim Pilarmas menilai ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz masih membayangi sentimen pasar global. Iran menegaskan tetap menutup jalur strategis tersebut hingga tuntutan yang disampaikan kepada AS terpenuhi.
“Penutupan Selat Hormuz yang berkelanjutan mendorong harga minyak mentah AS melonjak di atas USD83 per barel," ujarnya. Kondisi tersebut membuat tekanan inflasi tetap menjadi perhatian pelaku pasar global.
Di sisi lain, pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis tingkat inflasi AS terbaru. Ini disebut berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed pada September 2026.
Tim Pilarmas menilai kenaikan harga minyak turut memperkuat kekhawatiran terhadap potensi kebijakan moneter AS. Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, menegaskan risiko inflasi masih berada pada level yang tinggi.
Dari dalam negeri, penguatan IHSG turut dipengaruhi perhatian pasar terhadap kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR akan melakukan uji kelayakan terhadap calon tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti, yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.
Penunjukan tersebut dinilai berkaitan dengan upaya menjaga stabilitas moneter dan perekonomian domestik. Pasar pun bereaksi positif dengan kenaikan rupiah pada hari pencalonan Destry terungkap.
Sementara itu, pelaku pasar masih mencermati rencana rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada tinjauan Agustus 2026. Pelaku pasar berharap reformasi pasar modal dapat mendorong MSCI mencabut pembekuan saham Indonesia.
Tim Pilarmas menyebut pelaku pasar berharap regulator terus memperkuat transparansi dan reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan MSCI dalam melakukan penilaian terhadap pasar domestik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....