Rupiah Naik Tipis setelah Rilis Pertumbuhan Ekonomi

  • 05 Nov 2024 18:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tampaknya memberi sedikit sentimen positif pada mata uang rupiah. Pada perdagangan Selasa (5/11/2024), rupiah naik tipis 0,03 persen (4 poin) ke posisi Rp15.748 per dolar AS.

Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2024 sebesar 4,95 persen secara tahunan. "Namun, pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya masih lebih tinggi yakni 5,05 persen," kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.

Baca juga: 'Dibayangi' Dua Peristiwa Penting, Rupiah Diperkirakan Masih Tertekan

Menurut dia, Bloomberg sebelumnya menghimpun konsensus ekonom yang menghasilkan nilai tengah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen. Di situ disebutkan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2024 berpeluang lebih rendah dari kuartal sebelumnya maupun kuartal III 2023.

"Lemahnya ekonomi Indonesia ini akibat tidak ada momen pendorong seperti hari besar keagamaan nasional," ujarnya. Akibatnya, konsumsi masyarakat berpotensi lebih rendah.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2024 Capai 4,95 Persen

Di sisi lain, investasi tumbuh melambat pada kuartal III 2024. Kondisi ini akan berdampak pada kontribusi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi eksternal, sebagian besar pelaku pasar tetap menghindari risiko sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Ditambah lagi dengan spekulasi pemotongan suku bunga yang lebih dalam oleh The Fed juga melemah.

"Ini membuat pelaku pasar waspada sehingga berdampak terhadap kedigdayaan indeks dolar AS," kata Ibrahim. Rapat The Fed pada minggu ini diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Prediksi itu lebih kecil dari ekspektasi pada September 2024 sebesar 50 basis poin. "Ke depan, prospek pemangkasan suku bunga akan diawasi ketat menyusul perkembangan data ekonomi AS dan inflasi," ujar Ibrahim.

Pada Selasa (5/11/2024) waktu setempat, pemilihan presiden AS akan dimulai. Pasar masih melihat persaingan antara Donald Trump dan Kamala Harris semakin ketat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....