Intervensi Bagi Ibu Hamil Cara Jitu Cegah Stunting

  • 04 Jul 2024 19:41 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Inervensi terhadap ibu hamil dan ramaja putri pasca perkawinan, serta kolaborasi antar pemangku kepentingan, merupakan langkah kongkrit dalam penekanan angka stunting di Indonesia. Salah satu langkah tersebut yaitu launching Adhyaksa peduli Stunting, yang diambil Kejaksaan tinggi Aceh.

Hal tersebut disampaikan Pj Wali Kota Sabang Reza Fahevi, dalam sambutannya, yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekertaris Daerah Kota Sabang Rinaldy Syahputra, pada kegiatan Launching Adhyaksa Peduli Stunting tahun 2024, yang dilaksanakan di Gampong Kuta Barat Kota Sabang, Kamis pagi.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan kepedulian bapak Kajati beserta jajaran, dalam rangka kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting ini. Pemerintah Kota Sabang telah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kota Sabang. Alhamdulillah dengan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak dan masyarakat Kota Sabang, angka stunting di Kota Sabang terus mengalami trend penurunan yang lumayan signifikan,” ucap Rinaldy Syahputra, Kamis (4/7/2024).

Tambahnya, stunting merupakan masalah yang serius bagi bangsa Indonesia, termasuk di Kota Sabang. Stunting bukan hanya dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan fisik dan mental, namun juga berefek pada penurunan kemampuan belajar nantinya. Oleh karena itu, upaya penanggulangan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Angka prelevansi stunting di Kota Sabang pada januari 2024 yang lalu ialah sebesar 10,1% atau 316 orang anak dan pada bulan mei 2024 angkanya telah turun menjadi 9% atau 272 orang anak. Apabila dibandingkan dengan angka pada bulan agustus tahun 2023 lalu yaitu 11,2 % ayau 350 orang anak, kini berarti tingkat prelevansi nya telah turun sekitar 2,2% atau berkurang sebanyak 78 orang anak.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya seluruh pihak di Kota Sabang, termasuk jajaran Forkopimda, OPD terkait, para petugas di lapangan sebagai garda terdepan, Camat, Keuchik, kader posyandu, tim penggerak PKK, penyuluh keluarga berencana, bidan desa, kader sanitasi, kader pembangunan manusia, karang taruna, petugas puskesmas dan penggiat lainnya serta masyarakat Kota Sabang.

Pendorong yang tidak kalah penting yaitu program bapak asuh anak stunting (BAAS) yang melibatkan seluruh Forkopimda di Kota Sabang dengan berbagai program, yang tujuannya ialah untuk memberikan nilai manfaat bagi keluarga berisiko stunting khususnya dalam percepatan penurunan stunting. Pemerintah Kota Sabang akan terus berupaya untuk melakukan intervensi terhadap angka stunting ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....