Implantasi LVAD di Indonesia Buka Pilihan Terapi Gagal Jantung

  • 29 Sep 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Siloam Hospitals Kebon Jeruk telah berhasil melakukan dua prosedur implantasi LVAD dalam waktu kurang dari satu bulan, menandai pencapaian signifikan dalam layanan terapi jantung di Indonesia.
  • LVAD adalah pompa jantung mekanis yang menjadi pilihan terapi untuk pasien gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis tertentu.
  • Layanan implantasi LVAD di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dirancang untuk memperluas akses terapi inovatif bagi pasien dengan kondisi jantung yang parah di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) di Indonesia membuka pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut. Siloam Hospitals Kebon Jeruk berhasil melakukan dua prosedur tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan.

LVAD merupakan pompa jantung mekanis yang dapat menjadi pilihan terapi bagi pasien yang memenuhi kriteria klinis. Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, mengatakan layanan tersebut bertujuan memperluas akses terapi bagi pasien.

“Kami ingin pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi. Hari ini, kami ingin menghadirkan harapan tersebut lebih dekat bagi pasien di Indonesia.” ucapnya dikutip dari press release, Selasa, 29 September 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keberhasilan dua prosedur implantasi LVAD yang dilakukan dalam waktu kurang dari satu bulan. Prosedur pertama dilakukan pada pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan HeartMate 3™ LVAD dari Abbott.

“Keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas kami. Bukan sekadar tentang berhasil melakukan sebuah prosedur,” kata Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa.

Rumah Sakit Siloam juga menghadirkan Advanced Heart Failure Center untuk menangani pasien gagal jantung stadium lanjut. Pusat layanan ini menyediakan penanganan multidisiplin, mulai dari diagnosis hingga optimalisasi terapi medis.

Selain itu, tim medis mempertimbangkan terapi berbasis perangkat seperti LVAD sesuai kondisi klinis pasien. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Prosedur implantasi LVAD membutuhkan keahlian khusus serta kolaborasi multidisiplin antara dokter spesialis jantung dan bedah toraks-kardiovaskular. Tim medis yang menangani prosedur tersebut terdiri dari dr. Leonardo Paskah Suciadi, dr. Maizul Anwar, dan dr. Sugisman.

Advanced Heart Failure Consultant, dr. Leonardo Paskah Suciadi, menyebut LVAD sebagai pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium lanjut. Khususnya bagi pasien yang menghadapi keterbatasan pilihan transplantasi jantung.

“Bagi kami, LVAD bukan sekadar sebuah prosedur. Terapi ini dapat membuka harapan baru bagi pasien dengan gagal jantung stadium lanjut,” katanya.

Ia juga menjelaskan teknologi LVAD ini bukan merupakan teknologi baru. Teknologi ini sudah digunakan di dunia selama lebih dari 10 tahun.

“LVAD memberikan pilihan terapi bagi pasien gagal jantung lanjut yang membutuhkan penanganan lebih kompleks. Sebelumnya, pasien dalam kondisi tersebut memiliki pilihan terbatas, termasuk transplantasi jantung atau perawatan paliatif,” ujarnya.

Perangkat HeartMate 3 yang digunakan dalam prosedur tersebut memiliki teknologi Full MagLev Flow Technology. Data uji klinis MOMENTUM 3 mencatat tingkat kelangsungan hidup lima tahun sebesar 58,4 persen.

Siloam Hospitals Kebon Jeruk mengumumkan pencapaian implantasi LVAD bertepatan dengan peringatan World Heart Day pada 29 September 2026. Layanan tersebut juga memperluas pilihan penanganan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut sesuai kebutuhan klinis masing-masing. (Davina Keisha Salsabila)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....