Hari Jantung Sedunia, Ini 5 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung
- 29 Sep 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.
- Penyakit kardiovaskular (CVD) merupakan penyebab utama kematian di dunia menurut WHO.
- Sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dicegah melalui perubahan perilaku dan pengendalian faktor risiko sejak dini.
RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tanggal 29 September untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan jantung. Momentum ini mengajak masyarakat membangun kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan jantung setiap hari.
Dilansir dari laman World Health Organization (WHO), penyakit kardiovaskular (CVD) merupakan penyebab utama kematian di dunia. Sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah melalui perubahan perilaku dan pengendalian faktor risiko sejak dini.
Berikut 5 kebiasaan sederhana yang dapat menjaga kesehatan jantung dirangkum dari laman WHO.
1. Melakukan Aktivitas Fisik Secara Rutin
Kebiasaan pertama adalah melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kebugaran dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. WHO menjelaskan aktivitas fisik rutin membantu mencegah dan mengelola penyakit kardiovaskular pada orang dewasa.
Aktivitas fisik mencakup semua gerakan tubuh, termasuk saat waktu luang, berpergian, serta aktivitas pekerjaan atau rumah tangga. Aktivitas tersebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan saat dilakukan dengan intensitas sedang maupun berat.
2. Perbanyak Konsumsi Buah, Sayuran, dan Kacang-kacangan
Kebiasaan kedua adalah memperbanyak konsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dalam menu harian. WHO merekomendasikan pola makan beragam dengan membatasi garam, gula bebas, lemak jenuh, dan lemak trans.
Selain aktivitas fisik, masyarakat perlu memperhatikan keseimbangan makanan untuk menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang. WHO menyebut pola makan sehat dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskular dan penyakit tidak menular lainnya.
3. Kurangi Konsumsi Garam
Kebiasaan ketiga adalah mengurangi konsumsi garam untuk membantu menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah. WHO merekomendasikan orang dewasa membatasi asupan natrium kurang dari dua gram setiap hari.
Masyarakat juga perlu membatasi makanan tinggi garam, gula, lemak jenuh, dan lemak trans. WHO menyarankan konsumsi setidaknya 400 gram buah dan sayuran setiap hari bagi orang dewasa.
4. Hindari Rokok dan Paparan Asapnya
Kebiasaan keempat adalah menghindari rokok dan paparan asap rokok karena keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung. World Heart Federation (WHF) mencatat tembakau berkontribusi terhadap sekitar 17 persen kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Dikutip dari laman WHF, risiko penyakit jantung menurun setelah seseorang berhenti menggunakan tembakau. Berhenti merokok juga memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
5. Luangkan Waktu untuk Bergerak Setiap Hari
Kebiasaan kelima adalah meluangkan waktu untuk bergerak aktif setiap hari dan mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama. WHF mengajak masyarakat bergerak selama 20 menit setiap hari melalui kampanye World Heart Day 2026.
Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, menari, atau berolahraga dapat menjadi pilihan untuk tetap aktif. WHF menyatakan, “Every heartbeat matters,” dalam kampanye World Heart Day 2026.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga dapat membantu mendeteksi tekanan darah dan faktor risiko lainnya lebih awal. WHO menekankan pentingnya mendeteksi penyakit kardiovaskular sedini mungkin agar penanganan dapat segera dimulai.
WHO mencatat penghentian tembakau, pengurangan garam, konsumsi buah dan sayuran, serta aktivitas fisik menurunkan risiko kardiovaskular. WHO juga menyebut sebagian besar penyakit kardiovaskular dapat dicegah dengan mengatasi risiko perilaku dan lingkungan.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr. Ade Meidian Ambari, mengatakan, risiko penyakit kardiovaskular juga dapat ditemukan pada usia muda. Menurutnya, anggapan bahwa serangan jantung hanya terjadi pada kelompok usia lanjut perlu diubah.
"Serangan jantung itu sering terjadi usia antara 20 sampai 45 tahun. Dalam lima hingga 10 tahun terakhir terjadi perubahan pada faktor risiko utama penyakit kardiovaskular,” kata Ade dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu, 23 September 2026. (Davina Keisha Salsabila)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....