Peringatan Hari Jantung Sedunia: Pentingnya Mengenali Risiko dan Gejala Serangan

  • 29 Sep 2026 13:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jantung.
  • Momentum ini dirancang untuk mengingatkan masyarakat tentang berbagai penyakit kardiovaskular yang perlu dicegah dan ditangani dengan baik.
  • Peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi kesempatan penting untuk edukasi publik tentang gaya hidup sehat dan pencegahan penyakit jantung.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September untuk mengingatkan pentingnya kesehatan jantung. Momentum ini juga meningkatkan kesadaran terhadap berbagai penyakit kardiovaskular.

Serangan jantung tidak selalu datang dengan gejala yang mudah dikenali. Karena itu, kondisi ini kerap dijuluki 'silent killer'.

Melansir Ikatan Dokter Indonesia, serangan jantung terjadi saat aliran darah ke otot jantung tersumbat. Penyumbatan biasanya berasal dari gumpalan darah atau plak kolesterol pada pembuluh koroner.

Ketika aliran darah terhambat, otot jantung kekurangan oksigen. Jaringan jantung dapat mengalami kerusakan hingga kematian sel.

Gejalanya meliputi nyeri dada, sesak napas, pusing, mual, hingga kehilangan kesadaran. Namun, gejala tersebut tidak selalu muncul pada setiap penderita.

Gejala ringan dapat disalahartikan sebagai kelelahan atau gangguan pencernaan biasa. Padahal, gejala tersebut dapat berkembang cepat dan mengancam nyawa penderita.

Risiko serangan jantung meningkat pada pasien dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Stres berkepanjangan juga termasuk faktor yang dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Merokok turut meningkatkan risiko karena zat beracun dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu aliran darah. Melansir dari Alodokter, perokok aktif dan perokok pasif memiliki risiko penyakit jantung lebih tinggi.

Bahaya serangan jantung juga berkaitan dengan kecepatan penanganannya. Serangan jantung dapat merenggut nyawa dalam hitungan menit jika tidak segera ditangani.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali tanda seperti nyeri dada, sesak napas, pusing, mual, atau kehilangan kesadaran. Kewaspadaan terhadap tanda tersebut penting meskipun seseorang merasa sehat sebelumnya.

Pencegahan dapat dimulai dengan mengubah kebiasaan yang berhubungan dengan tekanan darah, kolesterol, berat badan, dan kondisi jantung. Aktivitas fisik rutin, tidak merokok, serta menjaga berat badan dapat membantu mempertahankan kesehatan jantung.

Masyarakat dapat menerapkan pola makan seimbang yang mencakup sayuran, buah, biji-bijian, protein rendah lemak, dan lemak sehat. Pemeriksaan rutin juga membantu memantau tekanan darah dan gula darah. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....