Apa Hubungan Kesehatan Mulut dengan Risiko Penyakit Jantung? Ini Penjelasannya
- 29 Sep 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Jantung Sedunia dirayakan setiap 29 September sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung.
- Kesehatan mulut, khususnya kondisi gusi, memiliki hubungan signifikan dengan kesehatan jantung dan tidak boleh diabaikan dalam upaya pencegahan penyakit jantung.
- Selain makanan, olahraga, tekanan darah, dan kolesterol, kesehatan mulut merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan jantung secara holistik.
RRI.CO.ID, Jakarta — Hari Jantung Sedunia diperingati setiap tanggal 29 September untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan jantung. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya menjaga kesehatan jantung dalam kehidupan sehari-hari.
Kesehatan jantung biasanya dikaitkan dengan makanan, olahraga, tekanan darah, dan kolesterol. Namun, kesehatan mulut juga memiliki hubungan dengan kesehatan jantung, terutama kondisi gusi.
Menurut World Health Organization (WHO), penyakit gusi termasuk masalah kesehatan mulut yang banyak terjadi. Penyakit tersebut dapat membuat gusi bengkak, mudah berdarah, dan terasa sakit.
American Heart Association (AHA) menyebut penyakit gusi berkaitan dengan risiko penyakit jantung. Hubungan tersebut ditemukan pada beberapa kondisi, seperti serangan jantung dan stroke.
Salah satu kemungkinan penyebabnya berkaitan dengan bakteri dan peradangan pada gusi. Bakteri dari gusi yang bermasalah dapat masuk ke aliran darah dan memicu peradangan.
Namun, hubungan penyakit gusi dengan penyakit jantung masih terus diteliti. AHA menyebut belum ada bukti yang memastikan penyakit gusi secara langsung menyebabkan penyakit jantung.
Menurut WHO, penyakit mulut dan penyakit tidak menular memiliki beberapa faktor risiko yang sama. Faktor tersebut antara lain konsumsi gula berlebih, penggunaan tembakau, alkohol, dan kebersihan mulut yang buruk.
Diabetes juga berkaitan dengan kesehatan gusi dan dapat meningkatkan risiko penyakit periodontal. Sebaliknya, penyakit periodontal juga dapat membuat pengelolaan diabetes menjadi lebih sulit.
Karena itu, menjaga kesehatan mulut bukan hanya soal menjaga gigi tetap bersih. Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
WHO menganjurkan masyarakat menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. WHO juga menyarankan mengurangi konsumsi gula dan menghindari penggunaan tembakau.
Pemeriksaan gigi secara rutin dapat membantu menemukan masalah gigi dan gusi lebih awal. Dengan menjaga kesehatan mulut, kita juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jadi, kesehatan mulut dan jantung memiliki hubungan yang perlu diperhatikan. Meski belum terbukti sebagai hubungan sebab-akibat langsung, kesehatan gusi tetap penting untuk dijaga. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....