Wamenkes RI dan Menteri Federal Jerman Perkuat Komitmen Produksi MMS Bayer

  • 25 Agt 2026 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono bersama Menteri Federal Jerman meninjau fasilitas Bayer, di Depok, Jawa Barat, Rabu, 18 Agustus 2026. Kunjungan tersebut memperkuat komitmen produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) dan keberlanjutan manufaktur kesehatan Indonesia.

Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan hadir bersama Dante Saksono Harbuwono. Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste turut mendampingi kunjungan delegasi tersebut di pabrik Bayer Cimanggis.

Kunjungan tersebut merupakan bagian agenda delegasi Jerman memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Jerman di bidang keberlanjutan. Delegasi juga menyoroti kerja sama transisi energi dan penguatan sektor swasta Indonesia.

Reem Alabali Radovan mengatakan Jerman dan Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan dan inklusif. “Fasilitas Bayer di Cimanggis menunjukkan bagaimana investasi berkelanjutan dan inovasi dapat memberikan manfaat bagi semua pihak," kata Reem.

Menurut Reem, investasi tersebut dapat memajukan energi terbarukan sekaligus memperkuat industri lokal dan kapabilitas manufaktur. Upaya-upaya ini, lanjutnya, menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus berkontribusi pada pembangunan jangka panjang.

Reem menilai kerja sama tersebut dapat memperkuat kemitraan antara Indonesia dan Jerman melalui keterlibatan perusahaan. “Kami sedang membangun jembatan antarnegara mitra, yang bertujuan untuk merintis kemitraan baru secara bersama-sama.”

Sementara itu, Dante Saksono Harbuwono menilai kehadiran Bayer merupakan contoh nyata kemitraan pemerintah dengan sektor industri. Menurutnya, Kehadiran Bayer di Indonesia adalah contoh nyata dari kemitraan jangka panjang yang kokoh.

Dante mengatakan kemitraan tersebut mampu mendorong pencapaian prioritas kesehatan nasional melalui dukungan industri kesehatan. "Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjangkau 4,9 juta ibu hamil setiap tahunnya," kata Dante.

Dante menilai, pencapaian target tersebut membutuhkan ketersediaan MMS berkualitas, andal, dan konsisten bagi ibu hamil. “Guna mewujudkan target ini, kita tentu memerlukan pasokan MMS yang berkualitas, andal, dan konsisten," ujarnya.

Delegasi kemudian meninjau instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare dengan kapasitas mencapai 2.054 kWp. Instalasi tersebut mampu menyuplai sekitar 43 persen kebutuhan energi fasilitas Bayer Cimanggis.

Penggunaan panel surya juga mampu mereduksi emisi karbon hingga 2.073 ton CO₂ setiap tahun. Fasilitas tersebut menjadi salah satu instalasi tenaga surya terbesar perusahaan farmasi multinasional Indonesia.

Delegasi selanjutnya meninjau fasilitas produksi Multiple Micronutrient Supplements (MMS) di pabrik Bayer Cimanggis. Fasilitas tersebut mendukung produksi suplemen prenatal standar UNIMMAP bagi kebutuhan kesehatan ibu.

Bayer menginvestasikan Rp99 miliar untuk lini produksi MMS sekaligus fasilitas penelitian dan pengembangan. Investasi tersebut memperkuat kapabilitas manufaktur lokal untuk memproduksi suplemen prenatal berkualitas.

Produk MMS standar UNIMMAP mengandung 15 vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan ibu hamil. Kapasitas produksi Bayer mencapai 1,2 miliar tablet MMS setiap tahun dalam kemasan botol dan blister.

Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis Priscilla Silvan Praritza menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. “Kunjungan ini mencerminkan komitmen jangka panjang PT Bayer Indonesia untuk terus mendukung agenda pembangunan nasional," ucapnya.

Priscilla mengatakan Bayer terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan melalui investasi berkelanjutan. Dikatakan, melalui inovasi dan investasi berkelanjutan, Bayer memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur produk kesehatan.

Pabrik healthcare Cimanggis melayani kebutuhan domestik sekaligus mengekspor produk kesehatan ke lebih dari 42 negara. Fasilitas tersebut menjadi salah satu pusat manufaktur kesehatan strategis Bayer secara global.

Produksi MMS tersebut diharapkan mendukung prioritas pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi pemerintah dan industri menjadi bagian penting memperkuat ketersediaan produk kesehatan berkualitas di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....