Wamenkes: Kanker Darah Masuk 10 Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

  • 30 Sep 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kanker darah merupakan salah satu dari 10 jenis kanker terbanyak yang didiagnosis di Indonesia menurut Wakil Menteri Kesehatan.
  • Sumsum tulang berfungsi sebagai pabrik untuk memproduksi sel-sel darah, dan ketika terjadi kesalahan dalam proses produksi dapat menyebabkan berbagai macam penyakit termasuk kanker darah.
  • Pernyataan ini disampaikan oleh Wamenkes Dante Saksono Harbuwono dalam acara Peringatan Bulan Kanker Darah Sedunia dan Hari Donor Sumsum Tulang Internasional di RSK Dharmais, Jakarta Barat pada 30 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menyatakan setiap tahunnya tercatat sekitar 474 ribu kasus kanker baru di Indonesia. Dari jumlah tersebut, kanker darah termasuk dalam 10 jenis kanker yang terbanyak ditemukan.

Pernyataan Wamenkes itu didasarkan pada data Global Cancer Observatory (Globocan) 2024. “Kanker darah menjadi salah satu tantangan serius yang mendapat perhatian,” ujarnya, Rabu 30 September 2026.

Wamenkes menegaskan tingginya kasus kanker bukan sekadar persoalan statistik, tetapi berdampak langsung terhadap kehidupan pasien dan keluarganya. Menurut dia, penyakit tersebut dapat mengubah kehidupan penderitanya secara drastis, sehingga membutuhkan penanganan dan dukungan berkelanjutan.

“Mereka adalah anak-anak, orang tua, serta saudara kita yang kehidupannya berubah drastis,” ucapnya. “Karena itu, mereka membutuhkan penanganan serta dukungan yang berkelanjutan.”

Dante menambahkan kanker darah berkaitan erat dengan gangguan pada sumsum tulang belakang. Menurut dia, sumsum tulang tidak hanya berfungsi sebagai struktur penyangga tubuh, tetapi juga menjadi tempat produksi sel-sel darah.

“Di dalam tulang tersebut ada pabrik yang spesifik untuk memproduksi sel-sel darah,” ujarnya. “Kalau pabriknya mengalami kesalahan produk, maka akan timbul penyakit kanker darah yang bisa menyebabkan kematian.”



Menurut Wamenkes, Kementerian Kesehatan terus memperkuat strategi penatalaksanaan kanker melalui pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang di rumah sakit. Ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses terapi bagi pasien kanker darah yang membutuhkan.

“Kewajiban kami memastikan pengobatan yang diberikan mampu menjaga pasien agar tetap bertahan dan menjalani kehidupan sebaik mungkin,” ujarnya. “Penanganan kanker harus terus diperkuat agar pasien memperoleh pelayanan yang tepat, aman, dan berkelanjutan.”

Dante mengungkapkan penguatan layanan kanker dilakukan melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker sebagai acuan penatalaksanaan kanker secara terpadu. Dia menyebutkan Rumah Sakit Kanker Dharmais yang telah mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang untuk memperkuat pelayanan kanker nasional.

“RAN kanker menjadi acuan untuk penatalaksanaan kanker di seluruh Indonesia,” ujarnya. “Terkait hal tersebut, Rumah Sakit Kanker Dharmais telah menjadi rujukan nasional yang berperan besar dengan berbagai inovasi dan terobosannya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....