Wamenkes: Transplantasi Sumsum Tulang Berpotensi Jadi Terapi Definitif

  • 30 Sep 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Transplantasi sumsum tulang merupakan terapi definitif bagi pasien kanker darah yang berasal dari gangguan pada sumsum tulang sebagai tempat produksi sel-sel darah.
  • Penggantian sumsum tulang memungkinkan sel kanker darah untuk beregenerasi menjadi sel-sel baru yang normal dan sehat sehingga fungsi pembentukan sel darah dapat kembali normal.
  • Keterangan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada konferensi pers di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, pada hari Rabu, 30 September 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan transplantasi sumsum tulang menjadi salah satu terapi definitif bagi pasien kanker darah. Dante menjelaskan, kanker darah berasal dari gangguan pada sumsum tulang yang berperan sebagai tempat produksi sel-sel darah.

“Penggantian sumsum tulang memungkinkan sel kanker darah beregenerasi menjadi sel-sel baru yang normal dan sehat. Dengan regenerasi tersebut, fungsi pembentukan sel darah dapat kembali berjalan secara normal,” kata Dante Saksono Harbuwono saat konferensi pers di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Rabu, 30 September 2026.

Ia menyebut pengembangan terapi definitif untuk kanker, khususnya kanker darah, masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan pembiayaan. Dante mengatakan Rumah Sakit Kanker Dharmais telah membuktikan kemampuan dalam mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang.

“Pada 2024 kita berikan tantangan kepada Rumah Sakit Dharmais, coba 10 pasien bisa tidak transplantasi sumsum tulang. Ternyata dokter Wahyu menjawab, 10 pasien itu selesai dalam waktu satu setengah tahun,” ujarnya.

Menurut Dante, capaian tersebut menjadi langkah positif dalam pengembangan layanan transplantasi sumsum tulang di Indonesia. Namun, pembiayaan masih menjadi kendala utama.

“Kendala utama dalam pelaksanaan transplantasi sumsum tulang saat ini adalah pembiayaan yang masih membutuhkan perhatian serius. Karena itu, dukungan pembiayaan menjadi penting agar layanan transplantasi dapat diakses lebih luas oleh pasien,” ujarnya.

Ia menyebut biaya transplantasi sumsum tulang saat ini sekitar Rp1,2 miliar dan belum ditanggung BPJS Kesehatan. Dante mengatakan pemerintah juga akan mendorong penggunaan teknologi baru yang diharapkan dapat menekan biaya transplantasi sumsum tulang.

“Transplantasi sumsum tulang saat ini membutuhkan pembiayaan sekitar Rp1,2 miliar dan belum ditanggung BPJS Kesehatan sepenuhnya. Kami akan menghadirkan teknologi baru yang lebih murah sehingga biaya transplantasi dapat ditekan dan akses pasien diperluas lagi,” ujar Dante.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....