CKG Jaktim Temukan Anemia dan Tekanan Darah Tak Normal pada Pelajar
- 13 Agt 2026 23:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- CKG menemukan sejumlah pelajar mengalami anemia dan tekanan darah tidak normal.
- Pola makan kurang bergizi dan diet ketat menjadi faktor risiko anemia pada remaja.
- Siswa dengan temuan kesehatan tertentu akan mendapatkan tindak lanjut melalui Puskesmas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengungkap sejumlah temuan dalam Cek Kesehatan Gratis pelajar. Petugas menemukan beberapa siswa mengalami anemia hingga tekanan darah yang tidak sesuai kondisi usianya.
Arief mengatakan, temuan tersebut berdasarkan hasil pelaksanaan CKG yang berlangsung di sekolah-sekolah periode Januari-Juni 2026. Ia menanbahkan, dari hasil keseluruhan hingga kini, banyak ditemukan anak-anak yang mengalami hipertensi dan anemia
“Dari pelaksanaan CKG sejauh ini banyak anak-anak sekolah yang mengalami tekanan tinggi (hipertensi) dan melebihi kondisi sesuai usianya. Kami juga menemukan beberapa remaja mengalami anemia,” ujar Arief saat melakukan peninjauan di SMKN Cipayung, Kamis, 13 Agustus 2026.
Anemia, kata Arief, menjadi salah satu kondisi yang mendapat perhatian dalam pemeriksaan kesehatan remaja. Pola makan kurang bergizi dan diet terlalu ketat dapat meningkatkan risiko kekurangan hemoglobin.
“Anak-anak sekarang mulai mengonsumsi junk food dan fast food yang kecukupan gizinya kurang. Mungkin juga ada anak yang melakukan diet terlalu ketat,” katanya.
Arief mengatakan remaja perlu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya makanan bergizi seimbang. Remaja putri juga kembali diingatkan untuk rutin mengonsumsi tablet tambah darah.
Menurutnya, CKG membantu tenaga kesehatan menemukan gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah lebih serius. Siswa juga mendapatkan edukasi untuk mencegah faktor risiko berdasarkan hasil pemeriksaan.
Siswa yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan akan mendapatkan penanganan sesuai tingkat kondisinya. Temuan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan akan dirujuk menuju Puskesmas terdekat.
“CKG ini tidak hanya skrining saja, tetapi nanti ada tindak lanjutnya. Setelah ditemukan masalah, akan ditatalaksana sesuai dengan temuannya,” ujarnya.
Arief memastikan koordinasi sekolah dan Puskesmas terus dilakukan melalui program Usaha Kesehatan Sekolah. Langkah tersebut diharapkan memastikan setiap temuan CKG mendapatkan penanganan dan tidak berhenti pada pemeriksaan.
Berdasarkan data CKG Jakarta Timur periode Januari–Juni 2026, tekanan darah meningkat menjadi temuan terbanyak. Kondisi tersebut ditemukan pada 11.773 anak atau sekitar 43 persen peserta pemeriksaan.
Aktivitas fisik kurang juga ditemukan pada 8.149 anak atau sekitar 36 persen peserta. Sementara, anemia tercatat pada 770 dari 1.971 anak yang menjalani pemeriksaan hemoglobin.
Data tersebut menjadi dasar penguatan edukasi dan tindak lanjut kesehatan bagi pelajar. Pemeriksaan berkelanjutan diharapkan membantu mencegah gangguan kesehatan berkembang menjadi masalah lebih serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....