Wamenkes Benjamin Harap Lapas Bantu CKG bagi Warga Binaan
- 10 Agt 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus mendorong semua lapas dan rutan untuk melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis secara rutin bagi warga binaan.
- Pemeriksaan kesehatan dilakukan setiap bulan dengan memanfaatkan klinik yang tersedia di setiap lembaga pemasyarakatan, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula.
- Langkah ini merupakan implementasi instruksi dari Menteri Kesehatan untuk memastikan akses kesehatan yang merata bagi semua warga binaan di lapas dan rutan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus mengharapkan seluruh Lapas dan Rutan membantu pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin. Langkah tersebut dapat memanfaatkan klinik yang tersedia di setiap lapas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama tekanan darah dan kadar gula.
“Semua lapas harus membantu pelaksanaan CKG bagi warga binaan sesuai instruksi Menteri. Caranya, seluruh napi diperiksa kesehatannya secara rutin setiap bulan,” kata Benjamin Paulus saat memberikan sambutan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menyebut jumlah warga binaan di lapas mencapai sekitar 278 ribu orang, belum termasuk petugas pemasyarakatan. Dengan demikian, potensi pemeriksaan kesehatan melalui klinik lapas dapat menjangkau sekitar 400 ribu orang.
“Semua orang yang ada di sini sebulan sekali ditensi, kalau tensinya tinggi tinggal dikasih obat seperti saya. Kalau gulanya tinggi tinggal dikasih obat gula,” ucap Benjamin.
Benjamin menegaskan pemeriksaan rutin penting mencegah penyakit tidak menular berkembang menjadi kondisi serius pada masyarakat usia produktif. Menurutnya, deteksi dini membantu menjaga kesehatan masyarakat agar tetap produktif dan mencegah komplikasi penyakit yang membahayakan.
“Kita ingin supaya di usia produktif 19 sampai 59 tahun jangan sakit. Kalau sakit yang ringan saja, jangan sampai kena stroke di usia 40 tahun,” ujarnya.
Benjamin menyebut penyakit berat pada usia produktif dapat mengganggu kemampuan mencari nafkah dan berdampak terhadap ekonomi keluarga. Ia menambahkan, penyakit tersebut dapat dicegah melalui deteksi dini serta pengobatan rutin untuk mencegah komplikasi serius.
“Kalau terkena stroke di usia 40 tahun, rumah tangga bisa hancur karena kemampuan mencari nafkah terganggu. Karena itu, CKG harus diperluas agar deteksi dini penyakit dapat dilakukan sebelum menimbulkan komplikasi serius,” kata Benjamin mengungkapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....