Wamenkes Benjamin: CKG Penting Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes
- 10 Agt 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kesehatan menekankan pentingnya melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi hipertensi dan diabetes sejak dini.
- Hipertensi dan diabetes merupakan penyakit yang kerap tidak menunjukkan gejala tetapi dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gangguan ginjal, dan serangan jantung.
- Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus menekankan bahwa deteksi dini dan pengendalian hipertensi dan diabetes sejak awal sangat penting untuk mencegah komplikasi yang memerlukan perawatan intensif seperti cuci darah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menekankan pentingnya melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi hipertensi dan diabetes sejak dini. Pasalnya, kedua penyakit tersebut kerap tidak bergejala, tetapi dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gangguan ginjal, dan serangan jantung.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus menyebut hipertensi dan diabetes dapat memicu komplikasi serius jika tidak terdeteksi serta dikendalikan sejak dini. Komplikasi tersebut meliputi stroke, gangguan ginjal yang membutuhkan cuci darah, hingga serangan jantung.
“Hipertensi dan diabetes ini tidak ada keluhannya. Jadi penyebab stroke, penyebab cuci darah, ginjal jebol, penyebab serangan jantung,” kata Benjamin Paulus saat memberikan sambutan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia mengatakan, masyarakat Indonesia cenderung enggan memeriksakan kesehatan ketika belum merasakan sakit. Kondisi tersebut membuat berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.
“Orang Indonesia ini kalau tidak sakit tidak akan ke dokter. Sementara akibat daripada tidak pernah cek kesehatan, timbullah penyakit-penyakit yang bisa dicegah,” katanya.
Benjamin menilai CKG menjadi langkah penting untuk mengubah pola tersebut melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini memungkinkan risiko penyakit ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Ia juga membandingkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di China yang menurutnya menempatkan pemeriksaan funduskopi sebagai salah satu pemeriksaan awal. Pemeriksaan mata tersebut dapat membantu mendeteksi komplikasi akibat hipertensi dan diabetes.
“Dari mata langsung ketahuan komplikasi daripada hipertensi dan diabetes. Karena mereka mencegah supaya kita tidak usah sakit parah,” ucapnya.
Sementara itu, Benjamin menjelaskan katarak memiliki karakteristik berbeda karena gangguan utamanya terjadi pada lensa mata. Penggantian lensa yang rusak dapat membantu mengembalikan penglihatan pasien.
“Katarak itu yang rusak hanya lensanya saja. Jadi begitu lensa diganti, mata langsung terang,” katanya.
Ia menilai penanganan katarak dan pelaksanaan CKG sama-sama penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi memiliki tujuan yang berbeda. Katarak dapat ditangani dengan mengganti lensa yang mengalami kekeruhan, sedangkan CKG berperan dalam menemukan risiko penyakit lebih awal.
“Kami berharap masyarakat memanfaatkan CKG untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Manfaatkan CKG sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit sejak dini sebelum berkembang menjadi komplikasi serius,” ujar Benjamin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....