Sering Terbangun Malam Hari? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

  • 20 Jul 2026 08:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Middle insomnia membuat seseorang sering terbangun dan sulit kembali tertidur.
  • Penyebabnya meliputi gangguan fisik, psikologis, gangguan tidur, hingga kebiasaan sehari-hari.
  • Perubahan gaya hidup dan konsultasi ke dokter diperlukan apabila keluhan berlangsung berkepanjangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sering terbangun pada malam hari dan sulit kembali tertidur dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu produktivitas serta meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Melansir Alodokter, kondisi tersebut dikenal sebagai middle insomnia atau sleep-maintenance insomnia. Gangguan ini merupakan jenis insomnia yang membuat seseorang sulit mempertahankan tidur sehingga durasi dan kualitas istirahat menurun.

Pertambahan usia, jet lag, maupun pekerjaan dengan sistem shift juga dapat memengaruhi ritme tidur seseorang. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih mudah terbangun pada malam hari dan sulit tidur kembali.

Berbagai gangguan fisik dapat menjadi penyebab seseorang sering terbangun saat tidur. Kondisi tersebut meliputi gangguan lambung, nyeri sendi, penyakit pernapasan, hingga penyakit saraf.

Penyakit seperti Alzheimer, Parkinson, diabetes, penyakit jantung, gangguan prostat, dan gangguan kandung kemih juga berisiko mengganggu tidur. Perubahan hormon saat menstruasi maupun menjelang menopause turut menjadi penyebab lainnya.

Selain itu, penggunaan beberapa jenis obat juga dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang. Obat golongan beta blocker, obat asma, dan antidepresan termasuk yang dapat memicu gangguan tidur.

Gangguan psikologis juga sering dikaitkan dengan kondisi tersebut. Stres, depresi, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD) dapat menyebabkan seseorang sulit mempertahankan tidurnya.

Beberapa gangguan tidur juga menjadi penyebab seseorang sering terbangun pada malam hari. Kondisi tersebut meliputi sleep apnea yang menyebabkan henti napas sementara dan night terror yang ditandai rasa takut berlebihan.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol, minuman berkafein, merokok, serta menggunakan gawai sebelum tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur. Cahaya biru dari layar gawai dapat menurunkan produksi hormon melatonin yang berperan mengatur siklus tidur.

Cara Mengatasi Sering Terbangun Malam Hari

  1. Batasi konsumsi minuman berkafein setidaknya delapan jam sebelum tidur.
  2. Hindari alkohol dan makanan berat setidaknya tiga jam sebelum waktu tidur.
  3. Berhenti merokok untuk membantu meningkatkan kualitas tidur.
  4. Kurangi penggunaan gawai setidaknya satu jam sebelum tidur.
  5. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
  6. Lakukan olahraga rutin dengan jeda beberapa jam sebelum waktu tidur.
  7. Ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, serta bersuhu ideal.
  8. Jika belum tertidur kembali setelah 15–20 menit, bangun dan lakukan aktivitas ringan dengan pencahayaan redup hingga mengantuk.
  9. Hindari melihat jam saat berusaha tidur kembali karena dapat meningkatkan kecemasan.

Sering terbangun pada malam hari umumnya tidak berbahaya apabila terjadi sesekali. Namun, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas apabila terjadi secara berulang.

Segera konsultasikan kepada dokter apabila kondisi terjadi sedikitnya tiga kali dalam seminggu. Pemeriksaan juga diperlukan bila membutuhkan lebih dari 30 menit untuk tertidur kembali dan berlangsung lebih dari 30 hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....