Apa itu 'Mukbang'? Kenali Fenomena dan Tipsnya!

  • 04 Jun 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mukbang berasal dari Korea Selatan dan populer secara global.
  • Konten ini digemari karena dianggap menghibur dan menarik.
  • Nikmati mukbang secara bijak dan tetap terapkan pola makan sehat.
  • Menonton berlebihan dapat berdampak pada kesehatan.

RRI.CO.ID, Jakarta – 'Mukbang' merupakan fenomena konten digital yang menampilkan seseorang menikmati makanan dalam porsi besar sambil disaksikan banyak penonton. Tren yang berasal dari Korea Selatan ini telah menarik perhatian masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Istilah mukbang berasal dari gabungan kata ‘meokneun’ yang berarti makan dan ‘bangsong’ yang berarti siaran daring. Simak asal-usul fenomena, alasan popularitas, dan tips menikmati konten mukbang, mengutip dari halodoc.com.

Awal Mula Munculnya Mukbang

Mukbang mulai dikenal di Korea Selatan pada akhir 2000-an dan cepat populer berkat internet cepat serta platform video. Seiring waktu, tren ini berkembang secara global dengan beragam variasi, termasuk yang banyak diminati penonton Indonesia.

Alasan Mukbang Digemari Banyak Penonton

Sebagian penonton menikmati mukbang karena memberikan kepuasan visual saat melihat seseorang menyantap makanan dengan lahap. Konten ini juga kerap menghadirkan rasa kebersamaan bagi mereka yang sedang menikmati makanan seorang diri.

Di sisi lain, mukbang sering dikemas dengan unsur hiburan seperti obrolan ringan, humor, atau tantangan makan. Rasa penasaran terhadap makanan tertentu dan porsi besar turut membuat tayangan ini diminati banyak penonton.

Dampak Mukbang bagi Kesehatan

Konten mukbang kerap menampilkan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula yang dapat mengaburkan batasan porsi makan sehat kita. Akibatnya, penonton sangat rawan terpengaruh untuk ikut mengonsumsi makanan secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, Menonton konten ini secara berlebihan juga bisa memicu rasa cemas akibat penilaian negatif terhadap bentuk tubuh. Selain mengganggu mental, kebiasaan santai tersebut tanpa disadari dapat meningkatkan risiko obesitas.

Tips Menikmati Mukbang Secara Bijak

Penonton disarankan membatasi waktu menyaksikan mukbang agar tidak menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berlebihan setiap hari. Penting untuk memahami bahwa tayangan tersebut tidak selalu mencerminkan pola makan sehat yang dianjurkan ahli.

Mukbang sebaiknya dinikmati sebagai hiburan dan bukan dijadikan acuan dalam menentukan kebiasaan makan sehari-hari. Selain itu, tetap terapkan pola makan seimbang dan rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh secara optimal. (Sarah Maulida Ali)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....