Simak Langkah-Langkah Menjaga Kesehatan di tengah Fenomena El Nino
- 11 Jul 2026 01:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG memprediksi El Nino berlangsung hingga awal 2027 dengan dampak musim kemarau lebih panjang, suhu lebih panas, serta peningkatan risiko dehidrasi, heatstroke, dan ISPA.
- Masyarakat diimbau menjaga hidrasi dengan minum air putih minimal dua liter per hari serta mengonsumsi buah yang kaya kandungan air untuk mencegah dehidrasi.
- Lindungi diri saat cuaca panas dengan mengenakan pakaian berbahan katun, menggunakan tabir surya minimal SPF 30, serta mengurangi aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino tahun ini akan menetap hingga awal 2027. Fenomena El Nino menghasilkan musim kemarau yang lebih panjang dengan suhu udara yang lebih panas dari biasanya.
Kementerian Kesehatan menyebut El Nino dapat memicu masalah kesehatan, seperti dehidrasi, heatstroke, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Risiko tersebut juga diperparah oleh meningkatnya debu dan polusi udara selama musim kemarau.
Dilansir dari berbagai laman medis. Berikut langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk meminimalisir gangguan kesehatan.
1. Menjaga Hidrasi
Salah satu langkah utama adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal dua liter setiap hari. Masyarakat juga disarankan tidak menunggu rasa haus muncul karena kondisi tersebut menjadi tanda tubuh mengalami dehidrasi ringan.
Mengonsumsi buah yang mengandung banyak air, seperti semangka, jeruk, dan mentimun, dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Asupan tersebut dapat mendukung tubuh tetap terhidrasi saat menghadapi suhu udara yang tinggi.
2. Perlindungan dari Luar
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk mengenakan pakaian berbahan katun dan berwarna cerah agar panas tidak langsung terserap tubuh. Masyarakat juga disarankan untuk mengoleskan tabir surya dengan minimal SPF 30 untuk mencegah iritasi kulit.
Jika cuaca terasa sangat panas, penggunaan tabir surya mungkin belum cukup bagi sebagian orang. Penggunaan topi atau payung turut disarankan sebagai perlindungan ekstra, terutama jika beraktivitas di luar ruangan.
3. Waspada akan Waktu Tertentu
Aktivitas fisik berat sebaiknya dikurangi pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB karena intensitas radiasi ultraviolet berada pada tingkat tertinggi. Kondisi ini bisa memicu peningkatan suhu tubuh secara drastis (heatstroke) yang dapat menyebabkan kematian.
Masyarakat dari berbagai usia dan kalangan dapat mengalami heatstroke, namun bayi dan lansia memiliki risiko lebih tinggi. Mengurangi aktivitas pada rentang waktu tersebut memiliki peluang yang lebih kecil untuk terkena heatstroke dan kelelahan. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....